IMG-20160504-WA0792
Kapal Paralon “Baruna Fishtama” Karya alumni Teknik Perkapalan Undip, Agus Triharsito

SwaraSenayan.com. Dinamai “kapal paralon” karena kapal ini berbahan dasar paralon, dengan panjang 17 meter, lebar 4,2 meter, dengan penggunaan 60 paralon. Peralon yang digunakan berdiameter 14 inchi dan 12 inchi. Lama pengerjaan satu unit kapal 2,5 bulan, dengan menggunakan mesin 70 PK yang berkapasitas tangkapan ikan maksimal 3,5 ton.

Kapal ini juga berbahan baku ramah lingkungan karena hanya 10 persen bagiannya berbahan kayu. Selain lebih hemat BBM, kapal ini juga dapat meluncur di daerah dangkal sekali pun. Walaupun terbuat dari paralon, namun ketahanan kapal paralon ini ditaksir mencapai 50 tahun, sedangkan kapal baja hanya sampai 25 tahun.

Demikian disampaikan Dadit Prasetyanta alumni Teknik Perkapalan angkatan 1989 Ketua DPD Jabodetabek Ikatan Alumni Teknik Perkapalan UNDIP kepada SwaraSenayan (4/5/2016).

Kreator kapal paralon ini adalah alumni Teknik Perkapalan Undip, Agus Triharsito sekaligus sebagai pemilik PT Barokah Marine, Pekalongan dimana kapal paralon ini pertama dibuat di Indonesia.

“Kapal paralon ini dibuat untuk nelayan di pesisir pantai dengan masa pencarian ikan 3-5 hari, sehingga meramaikan TPI di daerah-daerah. Jadi tidak menjual ikan ditengah laut lagi,” terang Mas Dadit.

Dari segi keunggulannya, kapal paralon ini memiliki keunggulan sebagai berikut:

  1. Harga 20% lebih murah dari kapal sekelasnya.
  2. Lebih stabil karena flat.
  3. Ramah lingkungan, karena tidak tebang kayu untuk buat kapal.
  4. Tahan lama karena tidak korosif.
  5. Efisien BBM karena ringan.
  6. Pembuatannya realtif cepat, hanya butuh waktu 2-3 bulan.

Dengan harga yang murah dan sistem koperasi maka nelayan akan dapat memiliki kapal tersebut setelah melunasi kapal tersebut.

“Diharapkan proyek kapal paralon ini dapat mengangkat taraf hidup kaum nelayan, sehingga mereka bukan  hanya sebagai buruh pencari ikan, tapi kelak para nelayan sekaligus sebagai pemilik kapalnya,” ucap Mas Dadit dengan penuh semangat.

Kapal jenis paralon 20 GT ini dengan panjang 18m x 4m  yang akan diuji coba tanggal 20 Mei 2016. Selanjutnya akan dipamerkan perdana di UBC EXPO 22 Mei 2016.

“Dengan ikut UBC Expo, diharapkan masyarakat umum dan khususnya alumni Undip dapat mengetahui tentang kapal paralon ini secara jelas dan mampu membuka cakrawala dan potensi bisnis maritim kedepan,” ujar Mas Didit.

Mas Didit berharap untuk pengembangan kapal paralon lebih lanjut dari masukan para alumni Undip, sehingga bisa membuat kapal paralon dengan 100% bahan-bahannya muatan lokal.
Kreasi alumni Undip ini adalah ide yang sangat membanggakan, karena sejalan dengan cita-cita mengentaskan kemiskinan para nelayan Indonesia dengan membuat kapal paralon sesuai dengan ilmu saat kuliah di Undip. Hal ini sangat membanggakan Ikatatan Alumni Teknik  Perkapalan, Ikatan Alumni Undip dan almamater.

“Kapal Paralon lahir dari keluarga Undip, bahkan MenristekDikti M Nasir juga hadir mengunjungi sekaligus memberi apresiasi dan meminta kapal tersebut dikembangkan. Ini membuktikan bahwa Undip adalah kampus yang unggul di bidang kemaritiman,” pungkas Mas Dadit. ■dam

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here