SiBisnis.co.id Mitra Pemberdayaan & Go Digital Anda

Ayo Berbagi!

Platform Digitalisasi UMKM

SwaraSenayan.com. Pada tahun 2015, ada 73 juta pengguna internet di Indonesia (atau setara dengan 29 % dari seluruh populasi penduduk Indonesia) kemudian Indonesia merupakan pasar terbesar Facebook, dengan populasi anak muda (70 % di bawah 25 tahun) yang mengakses melalui perangkat mobile. Pertumbuhan iklan mobile yang tertinggi ada di Indonesia dan pada tahun 2016, lebih dari 10 % anggaran iklan akan dihabiskan pada saluran digital termasuk mobile dan di 2019 akan naik lagi sehingga melebihi 25 %. Konsumen e-commerce diperkirakan akan mencapai 140 juta pada tahun 2020. Penduduk Indonesia yang besar secara bertahap akan mengadopsi teknologi online dan sudah merupakan pangsa pasar yang besar untuk handphone dan hal ini menciptakan pangsa pasar yang sangat menarik untuk bisnis e-commerce.

Karena pertumbuhan ekonomi yang kuat seperti digambarkan di atas, menyebabkan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia berkembang dengan sangat pesat. PDB per kapita dengan cepat mendekati angka US $ 4.000 per tahun, hal ini merupakan titik kritis bagi kebangkitan kelas menengah dan selanjutnya peluang bisnis retail e-commerce. Pasar ritel di Indonesia saat ini bernilai Rp. 4.560 Triliun. Berdasarkan fakta di atas maka bisnis online merupakan bisnis masa depan yang sangat menjanjikan. Bagaimana hubungan antara menjamurnya bisnis online dengan tahun 2016 di mana kita sebagai bangsa Indonesia memasuki gerbang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)? Lantas apa langkah konkret sebagai bagian dari masyarakat Indonesia untuk menyikapinya?

Di era Masyarakat Ekonomi Asean sekarang, umumnya tersisa pilihan 2 bagi kita bagian dari bangsa Indonesia yakni mau jadi penonton atau bisa kompetitif di negeri sendiri. Indonesia sedang dan akan terus menjadi sasaran serbu dari 9 negara anggota MEA lainnya, yang mana sesudah MEA akan menjadi internasional. Bagi para pekerja dan pelaku usaha di Indonesia, sekarang ini dipaksa untuk wake up, tidak ada waktu lagi berleha-leha. Untuk merintis bagi pelaku usaha pun bisa dibilang sudah tidak ada waktu lagi, melainkan bagaimana dengan pintar memanfaatkan teknologi yang sudah ada untuk bisa ready to fight on AEC.

Kami Sibisnis.co.id merupakan perusahaan startup support digitalisasi (go online) mitra lengkap dengan sistem arsitektur IT, payment gateway, call centre, serta server. Kami merintis usaha ini dari 2007 dan berawal dari desa kecil di Wonogiri Jawa Tengah. Bersyukur kepada Tuhan sekarang sudah di Jakarta dan bermitra dengan hampir 200.000 pelaku UMKM-UKM nasional. Kami mengembangkan Sibisnis.co.id agar mitra bisa langsung pakai karena itu tadi, dari sisi pelaku usaha tidak ada waktu lagi harus bisa siap berkompetisi dengan pengusaha yang datang lengkap dengan teknologi dan investasi yang dibawa dari luar sana.

Berikut dipaparkan beberapa ringkasan target support dari Sibisnis.co.id.

  1. co.id mensupport UMKM.

Jumlah entrepreneur Indonesia masih kecil yakni sekitar 1 % dari total jumlah usia produktif. Hal ini disebabkan salah satunya karena untuk investasi berwirausaha masih sangat besar nilainya. Dalam era perkembangan informasi teknologi dan data sekarang ini kita dituntut untuk melakukan improvisasi cepat kalau tidak mau kalah dalam persaingan.

Sibisnis mensupport para pelaku UMKM untuk bisa go-digital cepat dengan berbasis website, aplikasi dan sistem market place; sehingga memungkinkan pelaku tersebut memasarkan produknya lintas market dan bertemu dengan konsumen langsung.

Untuk pelaku UMKM kami memberikan beberapa menu yang sama dengan startup umum yang ada, namun dengan beberapa diferensiasi antara lain :

  1. Masa kemitraan berlaku seumur hidup, tidak ada perpanjangan per waktu kecuali untuk domain setahun sekali.
  2. Mendapatkan free domain satu tahun pertama dengan pilihan nama domain Mitra UMKM bisa mengatur domain tersebut termasuk menentukan logo, tagline dan deskripsi usahanya.
  3. Mitra bisa mengatur sendiri keuntungan dari harga penjualan produknya, termasuk produk bawaan seperti contoh Pulsa, Cicilan Kendaraan, Asuransi, PayTV, Pesawat, Kereta Api, dll.
  4. Support widget sebagai media campign untuk para blogger.
  5. Dikembangkan dengan memperhatikan user interface dan user experience sehingga user langsung diharapkan bisa tanpa diajari.
  6. Teknologi cloud dan room server local, data tidak terbaca dan tercerabut ke luar atau untuk keuntungan pihak tertentu.
  7. Terus akan dilakukan review atas user intervace dan user experience untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dari user
  8. Mendapatkan sistem pelaporan online yang dapat diakses sewatu-waktu tentang jumlah transaksi pembayaran dan penjualan serta margin keuntungannya.
  9. Dukungan call center 1500337 dengan layanan 24/7.
  10. Website, aplikasi dan outlet Mitra dapat dilakukan co-campaign dan co-advertising bersama SiBisnis sehingga mendapatkan pemasukan tambahan dari iklan online maupun offline.
  1. co.id mensupport Komunitas.

Indonesia mempunyai masyarakat yang sangat kental dengan budaya gotong royong. Masing-masing kita juga mempunyai dan menghargai napak tilas hidupnya. Banyak market place milik klan besar Indonesia atau bahkan PMA masuk ke Indonesia, dengan bangga kita numpang lapak di pasar online tersebut.

Sibisnis akan mensupport untuk para komunitas bisa berdiri sendiri, mengayomi anggotanya dengan sistem marketplace sehingga masing-masing anggotanya tidak lagi numpang lapak di tempat lain karena sudah mempunyai lapak sendiri. Uang perputaran dan keuntungan juga tidak tercerabut ke luar negeri, melainkan hanya berputar dari oleh dan untuk komunitas. Sistem market place yang sedang dikembangkan untuk komunitas tersebut dimungkinkan akan juga terhubung dengan sistem koperasi baik Konvensional dan Syariah, sehingga akuntabilitas bisa terakses real time serta transparansi bisa terwujud antar anggota.

  1. co.id mensupport Desa & Kabupaten.

Desa adalah struktur pemerintahan yang paling ujung sekaligus tonggak dari negara Indonesia. Umumnya dari 78.000 Desa masih berstatus desa tertinggal kalau tidak mau disebut sebagai yang dilupakan. Pembangunan sentralisasi memicu kenaikan arus urbanisasi, kapitalisasi dan industrialisasi terjadi di area urban, yang akhirnya makin lama semakin ke pinggir makin ke Desa. Banyak Desa berganti menjadi lahan industri tidak lagi menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Ketidakadilan ekologi akhirnya berdampak pada ketidakadilan sosial.

Sibisnis akan mensupport Desa untuk bisa beralih dari tradisional kepada berbasis modern digital. Website aplikasi dan lapak Desa dibantu buat sehingga akhirnya Pemerintahan Desa bisa mengekspos one village one productnya bertemu dengan konsumen langsung. Aplikasi tidak hanya diunduh penduduk, kerabat, tapi juga perantau. Sehingga akhirnya mereka yang dirantau tetap terikat tali silaturahim dengan Desa dan turut dalam program mbangun deso.

  1. co.id mensupport Koperasi

Bung Hatta sebagai bapak Koperasi Indonesia telah mencetuskan ide yang sangat luar biasa dengan badan usaha berbentuk Koperasi, dimana segala aktivitas bersumber dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota. Kami sibisnis.co.id mensupport dari mulai pedaftaran anggota secara online lengkap dengan fitur :

  1. Nama
  2. Alamat : kecamatan, kabupaten, propinsi
  • Identitas : nomor KTP, jenis kelamin, tanggal lahir
  1. Nomor HP
  2. Alamat email
  3. Foto KTP
  • Foto Diri

System koperasi tersebut kami lengkapi dengan pelaporan Neraca, Rapor Keuangan, Simpok, Simwa, SHU, Simrela, dll. Sehingga didalam koperasi akan tercipta system yang terintegrasi dengan segala bentuk aktivitas koperasi tersebut.

Perbedaan utama antara Koperasi dari bentuk bisnis lainnya adalah bahwa tujuan dari koperasi adalah untuk menyediakan barang dan jasa berkualitas dengan biaya terendah untuk konsumen/anggota/pemilik daripada menjual barang dan jasa dengan harga tertinggi yang bersedia dibayar oleh konsumen.

  Keuntungan ikut Koperasi:
No. Aktifitas Tanpa Koperasi Ikut Koperasi
1 Bayar Cicilan Bunga pinjaman dinikmati pemilik Bank Bunga pinjaman dibagi untuk SHU anggota
2 Konsumsi Margin sembako dinikmati penjual Margin dari produk, hasil dari usaha anggota
3 Menabung Uang terkumpul digunakan untuk memberi kredit kepada koperasi Uang terkumpul untuk membesarkan usaha anggota
4 Investasi Tidak bisa investasi SHU yang diterima bisa digunakan untuk memiliki aset di seluruh Indonesia
5 Distributor Sangat sulit untuk mendapatkan produk dengan jumlah banyak Produk sangat bervariatif dan memungkinkan system konsinyasi
6 Koperasi online Tidak bisa didevelop Siapapun dan dimanapun bisa melakukan transaksi 24/7 sehingga transaksi memungkinkan lintas batas dan waktu

Sibisnis.co.id telah juga kolaborasi dengan Koperasi Alumni Undip (KAU) dan dalam proses menuju proses intergrasi tidak hanya aplikasi ticketing namun juga produk yang di maksud di atas dan platform ecommerce.

Sibisnis.co.id adalah mitra Penyelenggara Sistem Elektronik Dirjen Aptika Kominfo. Kami bermitra juga dengan PANDI untuk program 1 juta domain Pemerintah. Kami juga bekerjasama dengan Kemenkop UMKM, Kemenkopolhukan, dan Kemenpora. Juga akan dengan Kemendes serta Kemensos di samping beberapa Pemprov (Jawa Tengah dan Jawa Barat) dan Pemkab (Banyumas, Karanganyar, Depok, Bekasi dan Bandung Barat) untuk bisa percepatan visi misi digitalisasi dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di era MEA.

Pendiri Sibisnis.co.id umumnya adalah alumni Universitas Diponegoro Teksi angkatan 1998. Keperbedaan dengan ilmu apa yang kami tuntut selama ini dengan apa yang kami kerjakan sekarang sudah tidak menjadi soal karena memang mungkin itu adalah hasil akhir dari evolusi hidup kami. Setidaknya kami sekarang ini sudah bisa bersyukur, dan wujud syukur tersebut kami persembahkan Sibisnis.co.id untuk dipakai instan masyarakat Indonesia. Silahkan adik-adik kelas dan para alumni Undip yang ingin berinteraksi dengan kami untuk visi misi yang sama, kami juga akan ada di nanti UBC Expo untuk memperkenalkan produk-produk kami. Terima kasih.

Salam Mari Berkarya, Sibisnis.co.id

Ayo Berbagi!