Suyoto Puji Prestasi Ahok, Namun Jakarta Masih Membutuhkan Pemikiran Out of The Box

Ayo Berbagi!
Suyoto, Bupati Bojonegoro
Suyoto, Bupati Bojonegoro

SwaraSENAYAN.com. Menanggapi kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur DKI yang melanjutkan kepemimpinan Jokowi, Suyoto memberikan penilaian positif terhadap prestasi Ahok. Bupati Bojonegoro itu menilai Ahok memiliki kelebihan yang tidak dimiliki Gubernur sebelumnya.

Dibawah kepemimpinan Ahok birokrasi DKI berjalan relatif efektif. Kesan birokrasi yang melayani masyarakat muncul dalam kepemimpinan Ahok. Ahok juga cepat merespon semua persoalan Jakarta, meskipun dengan gayanya yang agak emosional tapi  ada kepedulian untuk menyelesaikan masalah.

Demikian pandangan Suyoto Bupati Bojonegoro yang akrab disapa Kang Yoto ini kepada SwaraSENAYAN (27/4/2016).

Menurut Suyoto, Ahok punya keberanian untuk menertibkan Jakarta dengan pendekatan tangan besi. Ahok selalu menggunakan pendekatan legal formal dalam menertibkan Jakarta.

“Itu bagus untuk jangka pendek, tapi mungkin akan melelahkan karena selalu berbenturan dengan masyarakat yang ditertibkan,” ucapnya.

Karena itu, menurut Kang Yoto harus ada juga cara lain seperti memberikan kesadaran dan wawasan kepada masyarakat, sehingga jika mereka ditertibkan mereka akan dengan sukacita mematuhinya.

Suyoto yang kurang atau tidak dilakukan Ahok.

Menurut Suyoto, pekerjaan rumah terbesar Ahok yang sampai saat ini belum terselesaikan ada dua, menekan kesenjangan sosial dan mengatasi kemacetan Jakarta. DKI adalah Provinsi dengan tingkat kesenjangan (index ratio gini) di atas rata-rata nasional, yaitu 0, 42. Ini urutan ketiga setelah Papua Barat dan Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi  Jakarta sebenarnya tidak perlu khawatir soal pertumbuhan, karena itu sudah dengan sendirinya terjadi. Pemda DKI juga tidak perlu pusing memikirkan sumber pendapatan. Yang perlu dipikirkan oleh Gubernur adalah bagaimana dengan anggaran berlimpah sekitar 70an Triliun itu efektif dan dapat dirasakan untuk mensejahterakan rakyat banyak.

“Selama kepemimpinan Ahok yang baru merasakan sejahtera adalah birokrasi, karena gajinya sekarang tinggi. Ini harus dilanjutkan dengan mensejahterakan rakyat banyak. Dengan anggaran sebesar itu Gubernur juga harus berpikir pemberdayaan masyarakat, sehingga tidak terkesan hanya penggusuran saja,” sentil Suyoto.

Soal mengatasi kemacetan Jakarta, Suyoto juga mengapresiasi kerja keras Ahok dalam melanjutkan langkah-langkah Jokowi. Tapi kenyataannya kemacetan memang belum terselesaikan.

“Perlu pemikiran out of the box untuk mengatasi ini,” ujarnya.

Suyoto mengaku sudah punya formulasinya, tapi dia tidak bersedia menyampaikannya. “Nanti, kalau sudah pas waktunya akan saya sampaikan apa solusi untuk DKI,” pungkasnya. ■mtq

Ayo Berbagi!