BNI Indonesia (Pioneer Chapter) – The World Largest Business Referral Organization, Turut Menyemarakkan UBC EXPO

Ayo Berbagi!
Meeting Mingguan Pioner Chapter BNI Indonesia di Belleza Hotel, Permata Hijau Jakarta
Meeting Mingguan Pioner Chapter BNI Indonesia di Belleza Hotel, Permata Hijau Jakarta

SwaraSENAYAN.com. Business Networking International (BNI) yang berkantor pusat di California, Los Angeles adalah sebuah bisnis yang menawarkan berbagai peluang melalui networking dan referral. BNI Indonesia kini sudah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2008.

“Visi BNI itu merubah cara bisnis konvensional menjadi modern,” demikian disampaikan Mas (sapaan khas alumni UNDIP) Hari Purnomo Chairman / National Director jaringan BNI di Indonesia. (20/4/2016).

Mas Hari lebih lanjut membedah misi nya BNI Indonesia. “BNI hadir untuk membantu anggota meningkatkan bisnisnya dengan cara referral maupun secara terstruktur dan sistematis,” kata Mas Hari alumni UNDIP Fakultas Ekonomi angkatan 1982.

Kisah Mas Harry mengenal BNI ketika ia dipercaya perusahaannya kala itu untuk menyelenggarakan pelatihan bagi para Account Manager. Awal 2002 ketika Mas Hari masih bekerja di Astra Insurance sebagai National Head of Corporate Commercial, saat itu dia sedang membutuhkan kerjasama untuk pelatihan Account Manager di Astra Insurance tentang etika pergaulan bisnis agar kepercayaan konsumen (customer trust) meningkat dengan harapan konsumen mau membeli produk Astra Insurance.

Lalu, Mas Hari berusaha mengumpulkan informasi tentang pelatihan tersebut melalui googling. Salah satunya yang keluar adalah BNI. BNI punya sekolah Referral Institute yaitu ilmu networking dan referral yang berpusat di California, Los Angeles, USA.

“Ternyata BNI sudah ada jaringannya di Singapore. BNI Singapore inilah yang pada akhirnya memberikan training pada perusahaan saya,” kenangnya.

Setelah pelatihan tersebut, Mas Hari lalu ditawari untuk membuka jaringan BNI Indonesia, namun dia masih ragu. Ketika usianya menginjak 40 tahun, Mas Hari merasa harus sudah memiliki bisnis sendiri.

Life begin at forty, begitu pepatahnya,” ucap Mas Hari.

Dengan dukungan istri, akhirnya Mas Hari membuat usaha sendiri yang diberi nama BERMITRA pada tahun 2005 yang bergerak di bidang personal outsource, business process outsource, HR administration, dan head hunter. Kemudian dia merintis BNI Indonesia dengan sebuah filosofinya GIVERS GAIN, dimana filosofi ini berlaku global. Awal mengembangkan BNI dimulai dengan networking teman-temannya, hingga akhirnya dia mengikuti training BNI di Los Angeles pada tahun 2013.

Nama pertama jaringan BNI di Indonesia adalah Pioneer Chapter. Selain Pioneer Chapter,  sekarang ada grup Abundance Sahid Office, Pro Chapter Santika, Blessed Chapter dan 2 lagi yang belum diberi nama. Setiap chapter ada leader’s team / President yang dibantu oleh Vice President dan Sekretaris.  Setiap minggu ada meeting dan absensi hanya boleh 3x dalam setahun. Jika berhalangan harus ada pengganti dari anggota. Aturan ini dibuat sangat ketat (strict) untuk kemajuan bersama.

Anggota Pioneer Chapter terdiri dari: Bermitra, ActionCoach, Anugerah Mitra Sentosa, KreasiArt, Signarama, Gelora Karya Bharata, SmartSpin, DR Metha Angriawan, Parahita, Equity Life Indonesia, Justinus A Sidharta, AeroTicket, LautanBerlian, Insan Performa,.

BNI Indonesia memiliki target sebagai: mengenalkan dan mengajak pengusaha Indonesia GO International, meraih target bisnis secara bersama, saling bertukar referral antar anggota BNI sehingga akan saling bermanfaat antar anggota dan bisnis pun berkembang, BNI juga memiliki sekolah bisnis sehingga diharapkan anggota bisa saling sharing ilmu networking dan bisnis.

Untuk menjadi anggota BNI Indonesia harus memenuhi syarat sebagai beriktu: Memiliki experience mengelola bisnis di bidangnya masing-masing selama 3 tahun, memiliki legalitas perusahaan sudah 2 tahun, memiliki visi-misi yang jelas, bersedia di survey kantornya, harus memiliki substitute di kantornya.

Harapan ikut UNDIP Business Community (UBC) EXPO agar bisa menjalin silaturahim sesama alumni yang mampu mengoptimalkan dan memperkenalkan pengusaha-pengusaha anggota UBC ke luar negeri dan GO International.

“Jangan sampai UBC hanya teori dan ajang reuni semata. Harus disadari bahwa bisnis itu tidak mudah. Semua memerlukan proses. Karena itu diperlukan networking untuk sama-sama mengembangkan bisnis melalui kemitraan yang saling mendukung,” tuturnya.

Sebagai alumni UNDIP Mas Hari ingin sharing ilmu referral, networking, teori komunitas, dan berharap para anggota UBC bisa bergabung juga dengan BNI Indonesia dan Go International. Apalagi anggota UBC sudah memiliki kendaraannya dalam mengembangkan bisnis berbasis networking dan referral. dam

Ayo Berbagi!