Refleksi Perjalanan 10 Tahun GEMA HANURA, SOLID MERAKYAT

Ayo Berbagi!

Refleksi Perjalanan 10 Tahun

MENGOKOHKAN EKSISTENSI GEMA HANURA  DALAM PERAN POLITIK DAN FUNGSI ORGANISASI DI PARTAI HANURA

IMG-20170214-WA0211

Oleh: Andin Bahtiar (Ketua Umum GEMA HANURA)

SwaraSenayan.com. Dalam kerangka sistem politik negara demokrasi, kedudukan partai politik memegang peranan penting untuk membentuk dan mengisi pemerintahan. Karena itu, posisi partai politik turut andil besar dalam menentukan pengambilan keputusan penting bagi kebaikan masyarakat. Keberadaan partai politik tidak hanya sebagai syarat mutlak dalam proses sirkulasi elit, tetapi sebetulnya sejauhmana partai politik tersebut memainkan peran dan fungsi positif konstruktif didalam mengembangkan kualitas sistem demokrasi termasuk di dalamnya ikut menciptakan sistem umpan balik (feedback) yang efektif bagi proses pengambilan keputusan publik.

Begitu pun kelahiran Gerakan Muda Hati Nurani Rakyat (GEMA HANURA) sebagai organisasi otonom Partai Hanura, sepuluh tahun yang lalu, tepatnya 14 Februari 2007, dimaksudkan untuk turut memainkan peran dan fungsi positif konstruktif dalam memperkuat Partai HANURA menggarap segmen pemuda.

Sejak masa penjajahan Belanda dan Jepang, macam-macam partai politik yang bertujuan sosial maupun berasaskan agama telah ada di Indonesia. Seperti partai Budi Utomo, Muhammadiyah, Sarekat Islam, PNI, Katolik, Masyumi, dan sebagainya. Hal ini merupakan suatu bentuk manifestasi rakyat Indonesia yang menginginkan Indonesia merdeka dari bangsa asing. Dengan demikian pada suatu negara demokrasi, peranan partai politik sangatlah diperlukan demi mendukung sistem demokrasi tersebut dalam mengahasilkan output kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Partai politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa, dan negara, serta memelihara keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Memang, secara garis besar, fungsi partai politik ialah mencari dan mempertahankan kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu. Namun beberapa diantaranya juga melengkapi fungsi yang lain seperti: sosialisasi politik, rekrutmen politik, partisipasi politik, pemadu kepentingan, komunikasi politik, pengendalian konflik, dan kontrol politik.

Disinilah pentingnya GEMA HANURA sebagai organisasi otonom Partai Hanura yang menggarap segmen kepemudaan yang turut andil dalam menggerakkan dan menjalankan fungsi-fungsi partai politik. Demi menjaga kredibilitas partai politik, maka dilakukanlah proses yang disebut sebagai sosialisasi politik. GEMA HANURA telah turut ambil bagian dalam memainkan sosialisasi politik untuk membentuk sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat luas.

Melalui sosialisasi politik inilah para anggota masyarakat  memperoleh  sikap terhadap kehidupan politik yang berlangsung dalam masyarakat. Proses ini dilakukan melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal maupun melalui kontak interaksi dengan masyarakat. Dari segi penyampaian pesan dibagi menjadi dua yaitu: Pendidikan Politik, yaitu suatu proses dialogik diantara pemberi dan penerima pesan. Misalnya agenda yang selama ini GEMA HANURA laksanakan adalah melalui diskusi, seminar,  kursus singkat pendidikan politik bagi pemuda, pendidikan bela negara, dan lain sebagainya.

Kedua, melalui Indoktrinasi Politik, yaitu proses sepihak ketika penguasa memobilisasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang dianggap pihak yang berkuasa ideal dan baik, melalui pengarahan dan pelatihan yang penuh disiplin. Misalnya: GEMA HANURA selama ini aktif menggalang opini bahwa Partai Hanura adalah pendukung pemerintah, maka melalui berbagai cara (indoktrinasi) telah turut membuat opini yang berpihak terhadap kebijakan pemerintah.

Selain sosialisasi politik, GEMA HANURA juga telah aktif melakukan rekrutmen politik. Karena rekrutmen merupakan kelanjutan dari fungsi mencari dan mempertahankan kekuasaan. Tanpa merekrut dan membentuk kader-kader politik, maka kekuasaan yang diraih nantinya tidak maksimal tanpa didukung sumberdaya kader politik yang handal yang berpegang teguh pada ideologi dan cita-cita perjuangan partai. Karena itu, program sejuta kader sedang dan terus dilakukan dalam merekrut dan mencetak kader sebagai “infak politik” dalam membangun basis kader Partai Hanura.

Selanjutnya, dalam merespon dinamika sosial politik, partai juga memiliki dilema atas beragamnya suara anggota masyarakat yang mana diselesaikan dengan cara menampung dan memadukan berbagai kepentingan yang berbeda bahkan bertentangan. Dengan beragamnya berbagai kepentingan inilah, keberadaan GEMA HANURA sebagai pemadu kepentingan untuk saluran alternatif yang turut serta dalam merumuskan kebijakan umum partai, dan pembuatan serta pelaksanaan keputusan politik untuk turut serta dalam menyerap dan menyalurkan aspirasi.

Keberadaan partai bisa eksis di tengah-tengah masyarakat karena digunakan sebagai komunikator politik. Hal ini disebut dengan komunikasi politik, yaitu proses penyampaian informasi mengenai politik dari pemerintah kepada masyarakat dan dari masyarakat kepada pemerintah. Peran GEMA HANURA sebagai organisasi otonom partai telah mengambil bagian penting dan menggarap segmen pemuda sebagai komunikator politik yang menyerap berbagai aspirasi dari kepentingan yang beragam sekaligus memainkan perannya dalam mendistribusikan berbagai kebijakan pemerintah kepada kelompok kepentingan yang ada di masyarakat.

Dalam dunia politik juga sarat dengan berbagai konflik, karena itu selain mengatasi konflik yang ada dalam tubuh partai politik, juga diharapkan mampu mengatasi dan mengendalikan konflik yang ada di masyarakat. Berkaitan dengan pengendalian konflik dan kontrol politik, partai dituntut  untuk mampu sebagai perantara aspirasi masyarakat seharusnya sudah menjadi tanggung jawab partai untuk memberikan kenyamanan atas jaminan walaupun dalam situasi konflik sekalipun.

Berdasar kepada pemahaman tentang fungsi partai tersebut, partai sebagai bagian dari infrastruktur politik -bersama dengan suprastruktur politik- harus mengacu kepada struktur politik yang ada. Dengan kata lain, struktur politik negara menentukan infra dan suprastruktur politik. Partai politik merupakan instrumen penting dan strategis dalam pembangunan sistem politik.

Pembangunan politik itu sendiri terdiri dari tiga hal, pertama perbaikan struktur politik dengan menyempurnakan konstitusi, kedua perbaikan kualitas proses politik yaitu meningkatkan kualitas pemilihan umum dan partai politik itu sendiri, ketiga melalui pembangunan budaya politik dengan meningkatkan kesadaran politik masyarakat.

Partai politik adalah sebuah lembaga yang merupakan  tempat berkumpulnya orang-orang yang secita-cita, seideologi yang bekerja, berinteraksi  untuk  pencapaian tujuan tertentu. Partai politik merupakan sebuah lembaga  yang mempunyai fungsi penyaringan pendapat pembulatan melalui suatu perbincagan untuk dapat memenangkan pemilihan umum. Dengan asumsi lain bahwa demokrasi tidak dapat tumbuh tanpa partai politik, namun, kita  mengakaui demokrasi tidak sempurna tanpa partai politik.

Eratnya hubungan antara partai politik dengan demokrasi terletak pada hakikat dan latar belakang berdirinya partai politik yang mana adanya dorongan oleh tumbuhnya semangat kebebasan dan keberpihakan pada naluri kerakyatan. Mungkin dengan kata lain partai politik ialah organisasi yang mempunyai kegiatan yang berkesinambungan. Artinya hidupnya tak bergantung pada masa jabatan atau masa hidup para pemimpinnya.

Ada beberapa pendapat yang dikemukan oleh para ahli seperti Sigmund Neuman. Partai politik adalah organisai dari aktivis-aktivis yang berusah menguasai kekuasaan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan dengan suatu golongan atau golongan-golongan lain yang mempunyai pandangan yang berbeda. Dalam suatu pengertian yang secara umum bahwa partai politik adalah wahana tempat berkumpulnya warga negara yang mempunyai cita-cita kepentingan dan ideologi politik yang sama memperjuangkan, mendistribusikan dan mempertahankan kekuasaan sebagai alat politik.

Leon D Eptien dalam bukunya Political Parties in Western Democracies (1967), mengemukakan bahwa partai  politik adalah sekelompok orang yang berusaha mengejar kedudukan dalam pemerintah, yang secara bersama-sama terkait oleh identitas atau pun label yang dimilikinya. Oleh sebab itu, partai politik adalah sebuah wadah yang memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk menegakkan amanat yang dilakukan dalam sistem politik untuk menghasilkan output (kebijakan) yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ketika kita berbicara masalah fungsi dari sebuah partai politik. Maka seharusnya kita memahami apa sebenarnya fungsi dari partai politik? Seperti yang dikemukakan Ramlan Subarki, bahwa partai politik ialah mencari dan mempertahankan kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu.

Ideologi tidak dianggap sebagai ciri penting suatu parpol, namun hal ini tidak berlaku sepenuhnya pada masyarakat yang tengah dijajah ketika parpol lebih berfungsi sebagai pembina kesadaran nasional dan mengerahkan massa untuk mencapai kemerdekaan. Dalam sistem totaliter seperti fasis dan komunis partai politik tunggal dipandang sebagai sarana yang tangguh untuk membina dan memobilisasikan massa rakyat untuk mencapai tujuan dengan kader-kader yang militan dan struktur organisasi yang hirarkis ketat.

Karena peran ideologi dalam partai seperti ini, maka parpol lebih dikenal dari pola dan arah kebijakan publik yang diperjuangkan daripada figur dan pesona ketua partai. Dengan demikian, parpol akan dapat disimpulkan sebagai penggerak demokrasi perwakilan dan pemerintahan demokratis bila telah mencapai kelima indikator berikut:

  • Pertama, pengambilan keputusan partai dilakukan secara inklusif dan desentralisasi. Pengambilan keputusan partai tak diletakkan pada ketua umum atau pengurus pusat melainkan pada semua anggota dan semua unsur dalam partai.
  • Kedua, mandiri dari segi penerimaan keuangan karena memperoleh dana dari tiga sumber penerimaan (negara, internal partai, dan masyarakat) yang relatif berimbang.
  • Ketiga, semua kader partai yang duduk di lembaga legislatif dan/atau pemerintahan taat kebijakan partai (disiplin partai).
  • Keempat, parpol lebih dikenal dari pola dan arah kebijakan publik yang diperjuangkannya daripada figur dan ketokohan ketuanya. Karena itu, memilih suatu parpol pada hari pemungutan suara pada dasarnya bukan memilih kucing dalam karung melainkan memilih pola dan arah kebijakan publik tertentu.
  • Kelima, jumlah pemilih yang mengidentifikasi diri dengan suatu parpol mencapai persentase yang signifikan (party identification / PI). Jumlah PI seperti ini menggambarkan jumlah anggota yang loyal kepada partai, dan menggambarkan jumlah pemilih yang bukan swing voter dalam pemilu.

Dengan berdirinya atau didirikan partai politik bukan hanya sekedar dijadikan sebagia alat yang mana untuk mengejar kekuasaan semata-mata tetapi bagai mana caranya partai tersebut dapat berfungsi sebagai suatu lembaga yang bermartabat yang menyampaikan aspirasi rakyat serta kepentingan masa depan suatu bangsa dan negara.

Dari uraian diatas, dapat kita simpulkan secara umum fungsi partai politik adalah sebagai berikut:

  1. Partai politik berfungsi sebagai wadah untuk memperjuangkan ideologi dan cita-cita secara kelembagaan.
  2. Partai politik berfungsi sebagai suatu lembaga yang dapat memperjuangkan dan mendistribusikan kekuasaan.
  3. Partai politik sebagai lembaga pengontrol jalannya kekuasaan pemerintah, fungsi ini sangat dibutuhkan karena dapat mengidentifikasi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam berjalannya suatu pemerintahan.
  4. Sebagi sarana komunikasi politik antar  warga negara dengan pemerintah.
  5. Sebagia lembaga pencetak kader. Salah satunya melakukan pendidikan politik bagi para anggota partai khususnya dan untuk rakyat banyak pada umumnya, disini partai  politik berfungsi sebagai sarana rekrutmen.

Guna memaksimalkan fungsi partai politik, GEMA HANURA sebagai organisasi otonom Partai Hanura yang kian dewasa di usia nya genap 10 tahun ini semakin meneguhkan sikap dan komitmennya untuk turut serta membangun, mengembangkan dan mengepakkan sayap untuk mewujudkan cita-cita perjuangan partai. Salam Perjuangan… SOLID MERAKYAT!!

Ayo Berbagi!