Hambalang Mangkrak, Cocok Dibangun Museum Korupsi?

Ayo Berbagi!

TR

SwaraSENAYAN.com. Ketika Presiden Joko Widodo meninjau Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/3), hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sebagai sebuah keprihatinan yang mendalam.

Presiden Jokowi mengaku prihatin dan sedih menyaksikan proyek bernilai sekitar Rp 2,5 triliun itu mangkrak tak terurus. Dia pun bertekad ingin segera membahas hal itu dalam rapat terbatas guna menyelamatkan aset negara tersebut.

Di lain pihak, proyek hambalang tersebut diakui sebagai sebuah prestasi bagi penegakan hukum tanpa pandang bulu di lingkaran elite demokrat masuk penjara. Proyek monumental tersebut  banyak menyeret pejabat teras partai dari menteri hingga ketua umum Partai Demokrat.

Lalu, bagaimana setelah proyek itu telah memakan korbannya hingga memenjarakan elite penguasa saat itu, bagaimana kelanjutan proyek tersebut? Apakah cukup pada penegakan hukum dan memenjarakan bagi pelakunya tanpa memikirkan asset negara tersebut. Untuk itu, gedung yang mangkrak tersebut ada desakan dari masyarakat untuk dijadikan museum korupsi Indonesia saja.

Menanggapi desakan masyarakat tersebut, menurut mantan Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki menilai bahwa Indonesia itu sendiri adalah museum korupsi.

“Bukan cuma hambalang, ada banyak proyek-proyek lain sejak orde lama, orde baru dan orde reformasi ini yang menjadi tidak efisien, rugi bahkan collaps dan bangkrut karena di korupsi,” kata Taufiqurrahman Ruki kepada SwaraSENAYAN.

Lanjut Ruki, rezim yang pernah berkuasa di Indonesia selalu gagal dalam memanfaatkan sumberdaya alamnya untuk kesejahteraan rakyat juga karena dikorupsi.

Menurut Ruki, berbagai macam korupsi diantaranya korupsi  atas kekayaan negara, korupsi atas dan untuk  kekuasaan, korupsi politik itulah yang harus ditangani terlebih dahulu yang harus jadi prioritas pemerintah eksisting. Untuk itu kita memerlukan pemimpin-pemimpin yang memiliki strong and sustainable commitment dalam memberantas korupsi.

Sejak tiga tahun silam, sebuah Lembaga Kajian Kebudayaan Indonesia (LKKI) pernah menyampaikan usulannya pentingnya  membangun museum. Museum Korupsi diharapkan sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan nasionalisme serta antikorupsi. Selain itu juga sebagai laboratorium anti-korupsi dan sebagai sarana pembelajaran dan penelitian bagi civitas akademika dan anggota masyarakat yang membutuhkan informasi tentang korupsi.

Korupsi bagi sebuah negara, adalah sebuah bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak dan merusak tatanan hidup, sosial, budaya serta hukum, bahkan politik. Museum Korupsi tidak semata menampilkan siapa dan bagaimana perilaku korupsi itu. Tapi jauh dari lebih dari itu. Disana akan ditampilkan berbagai kejadian korupsi mulai dari masa penjajahan Belanda, pra-kemerdekaan, masa kemerdekaan sampai sekarang ini.

LKKI pun layak iri mengapa Museum Korupsi tidak ada. Padahal banyak sekali museum didirikan,  seperti Museum Batik, Kereta Api, Museum Perangko, Museum Zoologi, Museum Bahari, Museum Seni Rupa dan banyak yang lainnya. ■ss

Ayo Berbagi!