KAU Siapkan Sistem WebBase Yang Mengintegrasikan “Business to Business Integrated” Alumni UNDIP

Ayo Berbagi!

IMG-20160516-WA0443

SwaraSenayan.com. Satu lagi lahir koperasi. Bukan karena latah atau ikut-ikutan, tapi memang itulah prinsip perekonomian bangsa Indonesia yang berazaskan kekeluargaan dan kegotong-royongan. Kali ini, alumni Universitas Diponegoro (UNDIP) yang mengamini bahwa sistem koperasi harus digalakkan.

Maka, pada awal bulan Mei 2016, Alumni Universitas Diponegoro membentuk Koperasi Alumni Undip (KAU). Banyak referensi yang meyakinkan bahwa koperasi adalah Soko Guru Ekonomi bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Budi Susilo, selaku Ketua KAU kepada SWARA SENAYAN (16/5/2016).

Menurut Mas Budi, banyak referensi perusahaan-perusahaan besar di Eropa justru induk usahanya itu dari Koperasi. Karena itu, sistem operasional menjalankan bisnis KAU adalah koperasi yang dijalankan dengan modern, dengan azas manfaat bersama menggunakan sistem informasi yang akuntabel.

Jika dibandingkan dengan sistem koperasi di Eropa dengan Indonesia memang masih sangat kontras. Sebab biasanya di Indonesia sistem koperasi jauh dari manfaat bersama sebagaimana sifat bangsa Indonesia yang gemar gotong-royong. Bahkan ada kecenderungan sistem koperasi sudah dikooptasi atau dibajak oleh sekelompok “rentenir” yang mengatasnamakan koperasi yang memungkinkan bisa mengakses fasilitas pinjaman dari program-program pemerintah.

Sistem Koperasi dipilih karena memang sistem perekonomian yang menjunjung azas kekeluargaan, dimana kekuasaan tertingginya adalah Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan bisa diawasi secara bersama-sama. Sedangkan bentuk Yayasan, sangat dipengaruhi dan dikuasai oleh pendiri. Apalagi PT, sangat dipengaruhi dan dikuasai oleh pemegang saham terbesar.

“Karena itulah, berlandaskan hal tersebut, sekelompok Alumni bersepakat untuk membangun Koperasi yang dapat dimanfaatkan oleh Alumni, IKA DPP ataupun DPD bahkan UNDIP,” tutur Mas Budi FH ‘78.

Lanjut Mas Budi, kita semua mengetahui, diantara para alumni pasti ada yang memiliki usaha bersama (B2B) tapi tidak terintegrated dengan kita semua. Dengan dibentuknya KAU, maka bukan hanya Business to Business yang terwujud tapi menjadi Business to Business Integrated (B2B Integrated), Undip, Alumni dan organisasi Ikatan Alumni secara total system, menjunjung tinggi nama baik Undip, mendukung program-program civitas academika Undip serta menggalang kesatuan dan persatuan Alumni Undip dengan tidak mengabaikan ketentuan serta perundang-undangan yang berlaku.

Dalam jangka pendek, KAU rencana  memiliki anggota sekitar 25.000 anggota, dengan target 10.000 anggota pada akhir 2016 dengan demikian KAU akan membuat peta bisnis anggotanya dan membuat road map / business plan agar jelas arah serta tujuannya.

KAU mengutamakan mencari manfaat, kedalam, produsen dan konsumen didalam Undip berikut turunannya tapi tidak terbatas Alumni dan Mahasiswa, tapi juga keluar mengekspansi produsen.

Berbeda dengan koperasi yang kita kenal pada umumnya, Mas Budi akan melakukan pengelolaan KAU dilaksanakan secara terbuka (web base), sehingga dapat terlihat secara 24 jam seluruh kegiatan, termasuk posisi keuangannya.

Dalam ajang Undip Business Community (UBC) EXPO yang akan digelar 22 Mei 2016 mendatang, KAU akan hadir sambil menjaring anggota sekaligus mensosialisasikan Visi, Misi, Program-program KAU kepada keluarga alumni untuk Guyub, Gayeng dan nGerejekeni menggapai sejahtera bersama.

“Sudah saatnya kita berjalan bersama untuk kemanfaatan bersama di negeri kita tercinta. Indonesia. Salam Koperasi,” pungkas Mas Budi dengan semangat membara. ■dam

Ayo Berbagi!