TB Hasanuddin Merespon Peningkatan Pelayanan Kesehatan Warga Majalengka

Ayo Berbagi!
DR. H. Karna Sobahi, M. Mpd. saat meninjau RSUD Majalengka yang masih kurang daya tampungnya
DR. H. Karna Sobahi, M. Mpd. saat meninjau RSUD Majalengka yang masih kurang daya tampungnya

SwaraSENAYAN.com. Daya tampung dua rumah sakit yang dikelola pemerintah di Kabupaten Majalengka sudah overload, tidak heran jika sering ada pasien yang tidak mendapat kamar perawatan. Bahkan di ruangan penanganan IGD juga banyak pasien yang menunggu untuk mendapat kamar.

Demikian disampaikan DR. H. Karna Sobahi, M. MPd. Wakil Bupati Majalengka saat meninjau pelayanan di RSUD Majalengka belum lama ini.

Seorang warga Desa Cipeundeuy Kecamatan Batarujeg yang berada di wilayah Majalengka selatan, Budi Budiana mengeluhkan membludaknya pasien di RSUD Majalengka. Dia menceritakan, kakak kandungnya bernama Maolana Yusup yang berusia 37 tahun mengalami musibah kejang-kejang dan sering terbentur tembok yang mengakibatkan otak sarafnya terganggu dibawa ke RSUD Majalengka.

“Harusnya kaka saya dirawat, tapi karena ruangan penuh akhirnya terpaksa harus menunggu ruang rawat yang masih terisi oleh pasien lain,” keluh Budi.

Keluhan lainnya disampaikan seorang warga Desa Majalengka Kulon Eni Yeyem Salam, mengeluhkan membludaknya pasien di RSUD Majalengka. Dia menceritakan, cucunya bernama Bagja yang masih berusia 1 tahun mengalami musibah tersiram air panas dan mengakibatkan badanya terluka dan langsung di bawa ke RSUD Majalengka.

“Harusnya cucu saya dirawat, tapi karena ruangan penuh lebih memilih untuk berobat jalan saja. Alhamdulillah luka bakarnya sudah mengering,” tuturnya.

Untuk merespon keluhan masyarakat, saat ini pemerintah kabupaten harus mencari lahan yang tepat untuk rumah sakit baru tersebut. “Pembangunan rumah sakit di wilayah selatan itu harga mati, dan saya sudah bicara dengan Pak TBH (anggota DPR RI Mayjen Tb Hasanudin, red). Semoga cita-cita ini dapat terwujud demi melayani masyarakat Majalengka khususnya di wilayah selatan,” kata Wakil Bupati Majalengka.

Menanggapi permintaan wakil bupati tersebut, TB. Hasanuddin selaku wakil rakyat di DPR RI dari daerah pemilihan Majalengka sangat menerima aspirasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sebelum dibangun rumah sakit baru, perlu solusi cepat dalam merespon harapan rakyat dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Untuk itu, solusinya perlu membangun puskesmas type B yang bisa menampung pasien untuk beberapa penyakit yang bisa ditangai di puskesmas agar tidak membludak ke  RSUD. Disini pentingnya penambahan dokter-dokter spesialis di puskesmas,” ujarnya ketika dihubungi SwaraSENAYAN (30/3).

Menurut TB. Hasanuddin, masyarakat Majalengka selatan secara geografis lebih dekat mengakses layanan kesehatan ke wilayah Kuningan. Karena itu, DPRD Provinsi Jawa Barat dan RSUD harus merespon kondisi demografis ini. Pelayanan tidak sekedar ego kewilayahan, tapi harus mengutamakan kesehatan masyarakat. Disini perlu sinergitas membangun dan mengembangkan pelyanan kesehatan tidak hanya di Majalengka tapi secara umum 27 RSUD di Jawa Barat.

Politisi senayan ini menyatakan bahwa setelah mendapat pelayanan dasar di puskesmas, selanjutnnya bagaimana daya tampung pasien di masing-masing RSUD harus ditingkatkan.penambahan dokter spesialis dilengkapi dan melayani pasien rujukan dari puskesma dengan berkualitas.

Disamping itu, peralatan dan jumlah bed di ICU juga harus ditambah, dari 8 bed menjadi minimal 20 bed per RSUD, sehingga kondisi kedaruratan bisa diatasi tanpa menunggu pasien lainnya.

Sebagai wakil rakyat, dia akan memperjuangkan peningkatan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Majalengka khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. ■nan

Ayo Berbagi!