Sulistyana Penemu Flyslab, Pengganti Dak Cor Beton Konvensional 

Ayo Berbagi!

SwaraSenayan.com. Setelah berhasil melakukan penelitian pada Program Magister Teknik Sipil Universitas Diponegoro Semarang, Ir. Sulistyana, MT ini telah mengantongi sertifikat hak paten dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI.

Paten diberikan kepada Sulistyana karena sukses menemukan karya inovasi bidang konstruksi yakni plat beton ringan yang diberi nama “Flyslab“. Plat beton ringan ini, sebelumnya telah mendapatkan sertifikat dari Badan Pembina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum pada Lomba Karya Konstruksi Indonesia tahun 2011 silam.

Flyslab merupakan hasil reka-konstruksi (reduksi) sehingga didapat massa yang lebih ringan sampai 50 persen dibanding beton konvensional, dengan kapasitas dan mutu yang tetap. Secara analitis maupun berbagai uji material, inovasi Sulistyana tersebut sudah dilakukan sesuai kaidah-kaidah akademis dan telah lulus uji Laboratorium Bahan dan Konstruksi Universitas Diponegoro Semarang sudah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) dan ASTM Internasional.

Sulistyana yang juga aktif sebagai penggagas Paguyuban Among Wargo Jowo (Punggowo) Batam itu mengungkapkan, semenjak diproduksi beberapa tahun lalu, Flyslab telah banyak diaplikasikan dalam berbagai jenis bangunan di Batam, mulai rumah sederhana, ruko, real estate, hotel, maupun perkantoran. Dari Batam, Sulistyana merintis produksi Flyslab nya.

Kini, Flyslab dikembangkan ke kota-kota besar di Indonesia untuk menjawab tantangan zaman sekaligus sebagai inovasi di bidang konstruksi bangunan yang tepat guna, cepat dan terjangkau bagi masyarakat.

“Plat Beton Flyslab sudah kami produksi ke daerah-daerah lain di Indonesia supaya dekat dengan masyarakat. Efisiensi biaya konstruksi dengan menggunakan Flyslab mencapai 30% dibandingkan dengan cara konvensional,” terang Sulistyana kepada SWARA SENAYAN (17/2/2018).

Sulistyana menuturkan, penggunaan Flyslab pada bangunan bertingkat sangat menguntungkan baik dari struktur bangunan maupun manajemennya. Misalnya lebih irit biaya, lebih cepat, lebih aplikatif, lebih terprediksi anggarannya, lebih ramah lingkungan, dan lebih ramah terhadap gaya-gaya gempa.

Produk Sulistyana ini sekarang sudah banyak dipesan hingga wilayah Kalimantan, Jawa, maupun Sumatera di luar Kepulauan Riau. Sulistyana menambahkan, untuk lebih memopulerkan karyanya itu, dirinya telah menyelenggarakan workshop di berbagai kota di Indonesia, di mana acara tersebut mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat maupun pejabat setempat.

“Di Jawa, Flyslab mendapat sambutan luar biasa karena pada umumnya masyarakat kian menghargai waktu. Mereka ingin membangun lebih cepat dan simple. Apalagi dari segi biaya lebih murah. Sementara di Kalimantan, kehadiran plat beton ringan juga menjadi solusi tepat karena struktur tanah yang sebagian besar rawa-rawa,” papar Sulistyana.

Untuk wilayah Sumatera, Sulistyana mengakui kehadiran plat beton ringan ini juga sangat tepat sebab lebih ramah terhadap gaya-gaya gempa. Wilayah Sumatera sendiri selama ini termasuk dalam wilayah jalur rawan gempa. *dam

Ayo Berbagi!