Membangun Indonesia di Segala Bidang, BUKAN Untuk Membangun di Indonesia Disegala Bidang

Ayo Berbagi!
Suttan Dipuncaknur Drs. Mawardi, MSi. Pendiri PCTAI saat Mengikuti Acara HUT ke-6
Suttan Dipuncaknur Drs. Mawardi, MSi. Pendiri PCTAI saat Mengikuti Acara HUT ke-6

SwaraSENAYAN.com. Pidato Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi, Pendiri dan Dewan Penyantu Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI) yang dijiwai manunggalnya keimanan dan kemanusiaan, dalam HUT PCTAI ke-6 di Sasana Kriya, TMII, Jakarta (21/3).

Salam berkat rahmat Allah untuk kita semuanya. Yang terhormat semua pelayan-pelayan keimanan, pelayan-pelayan kemanusiaan, pelayan-pelayan kealaman yang dimulyakan oleh Allah SWT.

Tadi kita bersama-sama telah melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dimanakah letak inti, dari segala intinya lagu kebangsaan Indonesia raya? Dimanakah letak pokok dari disegala pokoknya lagu kebangsaan Indonesia Raya? Dimanakah sentral dari segala sentralnya lagu kebangsaan Indonesia Raya?

Disini secara singkat, pokok dari segala pokoknya hanya terletak di dua kata. Tidak lebih dari dua kata: 1. kata bangun 2. kata membangun. Hanya dua itulah, bangun untuk membangun  siapa yang harus dibangunkan? Dan apa yang harus dibangun? Dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut: “bangunlah jiwanya -bangunlah badannya.”

Yang harus dibangunkan adalah jiwa bangsa Indonesia, badan bangsa Indonesia. Untuk apa jiwa bangsa Indonesia, badan bangsa Indonesia bangun? Untuk membangun Indonesia di segala bidang. Bukan untuk membangun di Indonesia disegala bidang. Kalau membangun Indonesia untuk kejayaan Indonesia. Tetapi kalau membangun di Indonesia untuk kejayaan orang lain.

Oleh sebab itu bangsa Indonesia wajib ain cinta tanah air. Bukan sunnah. Yang tidak cinta terhadap tanah air, durhaka terbesar. Durhaka terhadap Allah, durhaka terhadap bangsa, durhaka terhadap Negara Kesatuan Republik. Jadi cinta tanah air hukumnya wajib ain. Karena wajib ain, sehingga wajib peduli terhadap bangsa Indonesia apapun bagaimanapun keadaannya.

Apa yang harus bangun? Jiwanya bangsa Indonesia, Mengapa harus bangun? Pulau Indonesia terdiri lebih dari 17 ribu pulau. Lautan plus perairannya lebih dari 3jt KM persegi. Bangsa Indoneia terdiri lebih dari 470 sukubangsa. Kekayaan Indonesia luar biasa. Akan tetapi, jika jiwa bangsa Indonesia tidak bangun untuk apa semuanya itu?

Orang tidur tidak bisa membangun apa-apa, orang tidur tidak bisa mempertahankan / mengambil kembali jika miliknya diambil maling-maling. Orang tidur tidak bisa menolak bahaya yang menimpa pada dirinya. Orang tidur hanya mimpi saja. Semua kekayaan, potensi yang kita miliki itu tidak ada artinya. Jika jiwa-jiwa bangsa Indonesia tidak bangun. Semua nya lautan, daratan tidak ada manfaatnya, muspro tak berguna.

Oleh sebab Bangunlah.., bangunlah.., bangunlah jiwa bangsa Indonesia. Jangan tidur terus menerus.

Itulah sebabnya, untuk ultah ke-6 PCTAI, dipilih Taman Mini Indonesia Indah ini. Agar untuk selama-lamanya tidak mini terus. Jangan sampai Indonesia mini terus, Indonesia kerdil. Kita ini besar. Supaya menjadi Indonesia Raya yang Indah. Bukan Indonesia mini. Setelah menjadi Indonesia Raya yang indah, ditingkatkan menjadi Indonesia perdamaian dunia.

Itulah yang diamanatkan oleh pendiri-pendiri bangsa kita. Diletakkan di alenia ke-4 Pembukaan UUD 1945: Ikut mentertibkan dunia, atas dasar kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan sosial.

Jadi dunia ini akan dirajut memakai tiga benang rajut tersebut. Untuk mencapai kemerdekaan abadi, bukan sesaat. Begitu hebatnya. Kalau organisasi PCTAI mempunyai sifat merajut nusantara. Ingat merajut nusantara, semua akan kita rajut. Karena merajut ini sudah beberapa kali.

Pertama, Pada jaman Majapahit, seorang pemuda Gajahmada, sumpah akan merajut nusantara, namanya Sumpah Palapa tahun 1331. Janji itu dilaksanakan selama 40 tahun, dan nusantara baru terajut pada jaman Hayam Muruk.

Kedua, pada jaman Demak, disitu pemerintah kasultanan demak, sudah diingatkan oleh sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga menciptakan syair (lir-ilir). Penekno blimbing kui, lunyu lunyu penekno, kanggo basuh dodo tiro. Cah angon-cah angon (yang dimaksud adalah pemerintah kasultanan jaman itu yang angon) penekno blimbing kui, lunyu-lunyu penekno kanggo basuh dodotiro.

Dodo tiro, itu kedaulatan (pada waktu itu rusuh, sudah kotor, dikotori elit demak). dodo tiro perlu dibersihkan, dodo tiro kumitir bedahing pinggir dondomono jlumatono kanggo slebo mengko sore, kumitir itu datangnya perahu layar, mbedah pinggir. Tahun 1515 Selat Malaka dibedah Portugis, 1512 Maluku dibedah jlumatono, dondomono, dirajut lagi nusantara ini biar tidak terus menerus pecah tapi akhirnya, kenyataannya makin besar, jebol semua.

Ketiga, alhamdulillah, pada tahun 1928 para pemuda bertekad bulat merajut nusantara kembali. Pemuda bertekad bulat dalam Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Kemudian setelah 17 tahun, terajutlah nusantara. Pada 17-8-1945, Bangsa Indonesia Merdeka. Lalu pada 18-8-1945 berdiri Negara Kesatuan Republik Indonesia. ■mtq

Ayo Berbagi!