De-Islamisasi Melalui 5 Propaganda Kaum Liberalis

Ayo Berbagi!

propaganda

SwaraSENAYAN.com. Beredar viral di beberapa grup WA, 5 Propaganda yang melemahkan Islam. Menurut redaksi SwaraSENAYAN sangat layak ditayangkan ulang untuk mencerdaskan umat Islam ditengah upaya-upaya penghancuran Islam (deIslamisasi). Upaya penghancuran nilai-nilai Islam ini jika tidak disadari oleh umat Muslim, maka akan meruntuhkan sistem berbangsa dan bernegara.

Kenali propaganda mereka, waspadai 5 langkah propoganda Liberalisasi yang nampak Islami, namun penuh muslihat. Apa saja?

Pertama, PROPAGANDA SHOLAT

“Buat apa Sholat jika masih riya’ dan tidak ikhlas. Target liberal untuk pembenaran meninggalkan Sholat dengan “dalih” pembersihan hati dulu.  Justru Shalat adalah obat hati yang bisa menyembuhkan dan menghilangkan penyakit hati seperti riya’ dan ‘ujub. Dan Shalat adalah benteng dari segala perbuatan keji dan munkar, riya’. (QS. 29 Al-‘Ankabut:45. 2).

Kedua, PROPAGANDA JILBAB

“Lebih baik tidak berjilbab tapi baik, daripada berjilbab tapi hati busuk”.  Target Liberal untuk pembenaran pelepasan Jilbab dengan “dalih” yang penting hatinya baik. Jilbab adalah kewajiban Agama, baik si pemakai baik/buruk, maka jilbab tetap wajib (QS. Al-Ahzab: 59).  Justru jilbab adalah obat hati yang akan ikut merangsang penyembuhan penyakit hati, sekaligus identitas muslimah. Jadi, lebih baik memakai jilbab dan berhati baik, daripada berhati baik tanpa jilbab, apalagi berhati buruk tanpa jilbab.

Ketiga, PROPAGANDA KEPEMIMPINAN

“Lebih baik Pemimpin kafir jujur, daripada Pemimpin Muslim jahat”.  Target Liberal untuk membolehkan orang Kafir memimpin di wilayah mayoritas umat Muslim.  Kepemimpinan di Al-Qur’an bukan sekadar janji antara pemimpin dengan masyarakatnya, tapi ikatan janji dengan Allah SWT.  Sebagaimana termaktub dalam Qur’an (QS. Al-Baqarah 2: 124).

Keempat, PROPAGANDA POLITIK

“Jangan bawa Islam / Ulama ke politik.”  Target Liberal adalah untuk menjauhkan Islam dan Ulama dari politik agar Politisi Durjana bebas leluasa mengatur Negara  Karena, hanya Islam yang suci dan Ulama mulia yang boleh masuk ke dalam politik agar tidak dikotori para Politisi durjana.  Khulafa Rasyidin, telah mempraktekkan politik Islam yang benar lagi bersih untuk menjadi suri tauladan bagi umat.

Kelima, PROPAGANDA SYARIAH

“Umat jangan sibuk jalankan Syariah, fokus saja kepada perbaikan diri.”  Padahal syariat adalah aturan hukum yang bagus, selalu dijalankan oleh para Shahabat, sehingga menjadi generasi terbaik.  Perintah Sholat, perintah Puasa, maupun perintah Memilih Pemimpin sudah ada ketentuan Allah. mau mengingkari? Selalu diprovokasi. “Jangn bawa-bawa agama dalam politik!” Begitu kata mereka yang kemudian mengebiri Islam lewat politik. “Jilbab budaya Arab!” Padahal ini pakaian kehormatan Muslimah. Kerena kehormatan, mereka berjilbab. Dulu Belanda mewaspadai orang yang naik haji, sebab pulangnya mereka bawa semangat jihad. Semangat anti penjajah.  Perjuangan kemerdekaan takkan sedahsyat itu tanpa fatwa jihad KH. Hasyim Asy’ari.

Setelah itu?  Kapan pun negara terancam, umat Muslim siap berjihad. Tapi setelah keadaan aman, orang-orang liberalis berteriak jangan bawa-bawa Islam? Tidak semua Muslim pantas memimpin, namun harus dipilih yang terbaik bagi umat. Kepada Allah kita bertanggung jawab!  Semoga Allah mengikat hati kita di barisan pembela kebenaran. Aamiin. ■mtq

Ayo Berbagi!