Beri Tenda Untuk Korban Penggusuran Ahok, Itu Bukti Prabowo Punya Hati Nurani

Ayo Berbagi!
Lieus Sungkharisma, Koordinator Jaringan Rakyat
Lieus Sungkharisma, Koordinator Forum Rakyat

SwaraSenayan.com. Sindiran Ahok terhadap aksi sosial Prabowo Subianto yang menyumbang 4 tenda besar kepada korban penggusuran di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, mengundang reaksi keras dari sejulah pihak, tak terkecuali dari Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma.

Menurut Lieus, pernyataan Ahok yang menyindir Prabowo terkait sumbangan tenda itu, menunjukkan bahwa Ahok benar-benar sudah tak memiliki empati terhadap rakyat miskin di Jakarta.

“Hatinya sudah benar-benar mati. Tertutup oleh ambisi kekuasaan dan iming-iming materi dari pengusaha,” kata Lieus kepada SWARA SENAYAN (11/9/2016).

Ahok, kata Lieus, sambil tertawa malah mengejek apa yang dilakukan Prabowo Subianto kepada warga Penjaringan itu. Padahal, kata Lieus lagi, pemberian sumbangan itu adalah bukti bahwa Prabowo masih memiliki hati nurani.

“Siapapun pemimpin yang masih punya hati nurani, pastilah tidak tega melihat rakyat hidup terlunta-lunta akibat ulah seorang gubernur yang arogan dan sok kuasa,” ujar Lieus.

Seperti diketahui, beberapa hari ini ramai pemberitaan tentang berdirinya sejumlah tenda besar di bekas lahan gusuran di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Beberapa dari tenda itu dikabarkan merupakan pemberian dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan pinjaman dari TNI.

Dari sekitar 358 Kepala Keluarga (KK) yang masih bertahan di lahan itu, memang hanya 70 KK yang tinggal di lahan itu, sedang sisanya tinggal di perahu-perahu dan di pinggiran kawasan gusuran dengan kondisi seadanya.

Tragisnya, hingga kini warga yang menolak direlokasi ke Rusun Marunda dan Rawabebek itu tidak mendapatkan kompensasi apapun dari Pemprov DKI Jakarta. Bahkan aliran listrik dan air untuk merekapun diputus. Mereka, kata Lieus, ditelantarkan begitu saja.

“Beruntung, banyak pihak yang bersimpati kepada mereka, sehingga bantuan datang silih berganti,” katanya lagi.

Yang lebih menyakitkan, tambah Lieus,  Ahok justru mengejek orang-orang atau organisasi yang mencoba menolong warga korban penggusuran tersebut. Seperti dikutip media massa, kepada wartawan Ahok malah bilang; “Ya bagus dong dibantu partai. Kasih saja lagi tenda yang banyak.”
Pernyataan Ahok itulah, kata Lieus, yang menunjukkan kalau gubernur Jakarta tersebut benar-benar sudah tak punya hati nurani. “Hatinya sudah benar-benar ditutupi oleh ambisi kekuasaan. Ia gusur rakyat begitu saja, lalu membiarkan  mereka terlantar. Gila,” katanya, geram.

“Sebagai anak bangsa, terus terang saya sedih menyaksikan arogansi kekuasaan ini,” kata Lieus. Apalagi, tambahnya, sampai hari ini tak sekalipun Ahok berani menerima ajakan dialog dari orang-orang yang menentang kebijakan penggusuran yang dilakukannya.

”Dia terus berkilah dan berlindung di balik punggung Presiden Jokowi. Dia menjawab setiap ajakan dialog dengan memanfaatkan euphoria media dengan sengaja mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang kontroversial,” kata Lieus.

Ahok, tambah Lieus, ternyata sadar betul bahwa semakin kontroversial omongannya, semakin media suka memberitakannya. ■mtq

Ayo Berbagi!