Reshuffle Kabinet, Demi Bangsa atau Demi Jokowi??

Ayo Berbagi!

kabinet

SwaraSENAYAN.com. Belakangan ini ruang dengar kita kembali direcoki oleh isu reshuffle menteri, dari awal tahun sempat menghiasi diskusi-diskusi dan artikel media, meski ternyata Presiden Jokowi tidak bergeming dan tidak melakukan reshuffle sebagaimana yang disuarakan banyak pihak yang melihat keterpurukan bangsa di segala lini yang tidak juga teratasi.

Reshuffle kabinet jilid kedua kembali menghangat meski tidak jarang juga isu ini hilang ditelan berita tentang dugaan korupsi Ahok atas pembelian lahan sumber waras maupun oleh penggusuran rakyat kecil oleh Ahok.

“Ditengah banyaknya manuver Ahok, isu reshuffle tetap berselancar dan diyakini banyak pihak akan terjadi segera setelah ada kesepakatan dengan PPP yang baru muktamar dan Golkar yang baru akan munas bulan depan,” kata Ferdinand Hutahaean Direktur Eksekutif Energy Wath Indonesia kepada SwaraSENAYAN (13/4/2016).

Benarkah reshuffle akan dilakukan setelah Munas Golkar? Demikian pertanyaan Ferdinand.

“Biarlah Jokowi yang tau karena yang paham tujuan reshuffle ini juga adalah sesungguhnya hanya Jokowi,” ujar mantan timses pemenangan Jokowi ini.

Apa sebetulnya motif dari reshuffle kabinet jilid kedua yang semakin deras berselancar diruang dengar publik? Benarkah reshuffle dialkukan demi bangsa? Ataukah justru reshuffle ini demi Jokowi? Siapa yang tau niat Jokowi melakukan reshuffle?

Kata Ferdinand, hanya Tuhan yang tau, apakah reshuffle jilid kedua demi bangsa atau demi keselamatan kekuasaan Jokowi sebagai presiden. Namun demikian niat yang tersembunyi itu akan bisa kita ukur dengan berbagai indikator dan faktor.

Jika ternyata nanti banyak partai yang masuk kabinet, artinya reshuffle ini bukan demi bangsa akan tetapi demi Jokowi, karena Jokowi dulu berjanji kabinetnya akan diisi oleh profesional dan tidak bagi-bagi kekuasaan, itu yang pertama.

Yang kedua, lanjut Ferdinand adalah bisa kita lihat dari pemilihan orang-orang yang akan duduk di kabinet dan orang yang tetap duduk sebagai menteri dari kabinet lama ini. Lama kerjanya dan lama milihnya. Banyak yang profesional di partai, tapi jika ternyata terpilih orang yang tidak profesional dan tetap menyisakan menteri dengan segudang masalah seperti Menteri BUMN, maka reshuffle itu dipastikan demi Jokowi dan bukan demi bangsa.

Karena itu, Ferdinand mengetengahkan beberapa pertanyaan yang harus dijawab dengan hati nurani dan ketulusan demi bangsa dan negara. Sekaranglah saatnya Jokowi menunjukkan kepada publik tentang siapa Jokowi. Benarkah Jokowi cinta republik ini? Benarkah Jokowi memiliki nasionalisme? Benarkah Jokowi merakyat? Benarkah Jokowi akan melindungi segenap tumpah darah Indonesia?

Semua peryanyaan ini akan terjawab dalam reshuffle jilid dua yang sepertinya memang akan segera terwujud. Nasib bangsa dan nasib Jokowi dipertaruhkan dalam reshuffle ini, maka itu Jokowi jangan main-main dengan taruhan yang cukup besar ini.

“Semoga Jokowi diberikan kebijaksanaan dan keberanian untuk menjadi bangsa Indonesia asli yang menjunjung tinggi amanat konstitusi bangsa ini dan meneruskan cita-cita luhur pendiri bangsa,” ujarnya dengan penuh pengharapan. ■mtq

Ayo Berbagi!