Tontontan Online Ancam Pola Pikir Generasi Muda, Kominfo Belum Tanggap dan Cerdas

Ayo Berbagi!
Endang Srikarti Handayani | Foto: Detiklampung
Endang Srikarti Handayani | Foto: Detiklampung

SwaraSENAYAN.com. Kemudahan akses internet dewasa ini telah mengubah dunia menuju masa depan, tidak sedikit kegunaannya yang bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk mempermudah hidupnya menjadi lebih berkualitas. Namun dibalik keuntungan yang ditawarkan, internet disisi lain juga bisa memicu hal-hal yang bersifat counter productive dan merusak.

Sebut saja kasus perkosaan, penggunaan narkotika dan minuman keras, pem-bully-an, kebut-kebutan di jalan raya hingga kegiatan seksualitas oleh anak dibawah umur merupakan salah satu contoh prilaku generasi muda yang belakangan terkspos di media dan mengundang kekhawatiran banyak pihak, khususnya mereka para orang tua.

Menurut anggota Komisi VIII Endang Srikarti Handayani, prilaku buruk yang ditunjukan muda-mudi dewasa ini adalah akibat dari tontonan yang tidak mendidik dan kerap menampillkan konten yang provokatif dan tanpa filter. Akhirnya anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan harus menyerap dan mencerna informasi tanpa filter tentang tontonan yang mereka lihat.

“Kalau menurut saya sebab dan akibat tontonan yang dilihat oleh anak-anak, salah satunya seperti akses ke Youtube. Akibatnya adalah anak akan menjadi penasaran, dia coba dan akhirnya nekat,” kata Endang Srikarti kepada SWARA SENAYAN, Sabtu (7/5/2016) kemarin.

Kalau sudah begini, kata bekas anggota Komisi VI itu, pemerintah dan pihak-pihak terkait tidak hanya bertanggung jawab atas krisis moral yang terjadi, namun juga bertindak aktif dalam memberikan pertolongan yang riil demi kelangsungan bangsa ke depannya. “Ini harus dimulai dari sosialisasi, mulai dari rumah lagi dengan membangun cinta kasih terhadap anak dan lingkungan,” dia menyarankan.

Tidak hanya itu, keluarga dalam hal ini orang tua, lanjut politisi Partai Golkar itu, harus memberikan pengawasan ketat terkait konten yang ditonton putra-putri mereka. Dari situ orang tua diharapkan mampu memberikan pengertian mengenai apa yang ditonton buah hati mereka.

Karena itu, ibu dua anak ini memiliki harapan yang tinggi terhadap Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dalam melakukan pemblokiran terhadap akses kepada konten-konten provokativ yang selama ini masih lolos dari pantauan kementerian yang dulunya bernama Departemen Penerangan itu.

“Kemenkominfo harus memblokir fasilitas mengenai hal-hal yang memprovokatif dan membahayakan anak. Yang bisa mencegah adalah Kemenkominfo dengan wewenangnya. Namun selama ini Kemenkominfo masih kurang tanggap dan cerdas, bagaimana saya sebagai ibu gak marah,” ujarnya mengingatkan kementerian yang saat ini dibawahi Menteri Rudiantara itu.■mrf

Ayo Berbagi!