Status Indonesia: Merdeka Tapi Tidak Berdaulat

Ayo Berbagi!

intelijen

Oleh: Imbang Djaja

 

SwaraSenayan.com. Proxy war, assimetry war, modern war adalah istilah-istilah perang non militer yang saat ini sering digunakan dalam pertempuran antar negara maju. Beberapa penulis di Indonesia menggambarkan bahwa Indonesia secara aktif sedang ikut dalam perang non militer tersebut.

Secara jelas dan tegas para ahli IPOLEKSOSBUD HANKAM sudah menyatakan bahwa kita sudah menjadi negara gagal, jadi kita tidak sedang perang apa-apa, karena kita sudah kalah dan menyerah total. Menjalankan sistem pertahanan ditengah negara gagal menjadi mustahil, karena segenap kedaulatan dan martabat bangsa sudah tergadaikan bahkan sudah diobral murah kepada bangsa lain.

Hanya mimpi dari beberapa pihak yang menginginkan kita ikut perang non militer tersebut, kenyataannya jauh berbeda. Jangankan untuk melawan negara-negara super power, untuk menurunkan harga daging saja kita tidak mampu.

Sebenarnya ada satu kementerian yang memberi saya setitik harapan untuk mencegah keruntuhan NKRI benar-benar terjadi seperti keruntuhan Sriwijaya dan Majapahit, program yang dijalankan kementerian tersebut jika diterapkan dengan benar akan mampu membuat Indonesia merebut kembali kedaulatannya. Program-program tersebut adalah:

  1. Bela Negara.
  2. Membuka markas / kantor pertahanan di seluruh NKRI.
  3. Membentuk Badan Intelijen Pertahanan.

Ketiga paket ini dengan murah dan efisien akan mampu mengatasi semua taktik dan strategi para penjajah yang menguasai kedaulatan NKRI saat ini. Sekaligus menjadi pembentuk benteng pertahanan yang sampai kapanpun tidak akan pernah ditembus negara penjajah sekuat apapun juga.

Bagaimana cara menerapkan paket genius tersebut sehingga mampu merebut kedaulatan bangsa dan negara, sementara diantara rakyat kita saling curiga, saling melemahkan. Sudah saatnya, mengembalikan kekuatan rakyat sebagai kekuatan politik yang akan mengarahkan sistem pertahanan dengan terlebih dahulu merebut kembali kedaulatan dan martabat bangsa. Tanpa merebut kembali kedaulatan dan martabat bangsa maka mustahil bangsa ini bisa mandiri.

Melalui ketiga program tersebut akan lahir bentuk kesadaran warga negara terhadap bahaya yang mengancam terhadap kelangsungan NKRI. Deteksi dini pun bisa diantisipasi melalui kantor-kantor pertahanan yang membentengi kepentingan wilayah NKRI. ■mtq

Ayo Berbagi!