Oleh: Burhan Rosyidi

SwaraSENAYAN.com. Masalahnya, adalah sebuah realitas bahwa banyak diantara para elite politik kita yang tega hati meniti karier politiknya, hingga berhasil menjadi elite penentu keputusan publik, melewati jalan-jalan yang penuh resiko bakal terjerat hutang politik kepada kekuatan kepentingan tertentu.

Oleh karena itu lah, akibatnya, di tengah perseteruan kepentingan antar kekuatan Kapital Global, yang sedang berlangsung sekarang ini, kepentingan bangsa Indonesia pun terombang-ambing tak menentu, yang sehingga nasib bangsa Indonesia pun menanggung resiko kalau tidak ikut menang, ya ikut kalah.

Bila ikut menang, pihak mana pun pemenangnya, maka nasib bangsa Indonesia akan layaknya jongos bagi pihak pemenang.

Bila ikut kalah, pihak mana pun pemenangnya, maka nasib bangsa Indonesia akan layaknya tawanan perang bagi pihak pemenang.

Dan, baik ikut menang atau pun ikut kalah, hasilnya sama saja, yakni sama sama menjadi bangsa terjajah.

Jadi, PR besar yang harus segera dituntaskan bangsa Indonesia untuk keselamatannya sebagai bangsa merdeka adalah harus segera memastikan kepentingan bangsa Indonesia terjaga berada di luar hiruk pikuk kemelut perseteruan kepentingan antar kekuatan Kapital Global termaksud itu.

Namun, karena di dalam situasi ini para elite penentu keputusan publik banyak yang sudah layaknya kartu mati, maka untuk menuntaskan PR besar bangsa Indonesia termaksud itu harapan bangsa Indonesia, memang, hanya tinggal kepada segenap rakyat Indonesia, yang warga negara biasa, yang mau dan berani menempatkan diri menjadi yang menentukan. ■