Antisipasi Darurat dan Krisis Energi, IKA FH UNDIP Selenggarakan Simposium Energi

Ayo Berbagi!
IMG-20170925-WA0142
Hari Karyuliarto, Ketua Panitia Simposium Energi

SwaraSenayan.com. Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (IKA FH UNDIP) berkerja sama dengan Fakultas Hukum UNDIP Semarang bermaksud mengadakan Simposium Energi yang akan diselenggarakan pada tanggal 13 November 2017 bertempat di Gedung Prof Soedarto SH, kampus UNDIP , Semarang.

Energi merupakan salah satu komoditas yang sangat bepengaruh bagi kehidupan manusia. Hampir seluruh kehidupan manusia, bergantung dengan energi. Energi diperlukan untuk kegiatan industri, transportasi, rumah tangga, dan hal lainnya.

Demikian disampaikan Hari Karyuliarto selaku ketua panitia simposium energi kepada SWARA SENAYAN (25/9/2017).

Hari menguraikan, hampir semua negara di dunia perlu melakukan perencanaan, pengelolaan, dan pemanfaatan energi berdasarkan jenis energi yang ada. Perencanaan, pengelololaan, pemanfaatan, dan pengawasan energi, baik yang bersumber dari dalam negeri maupun dari impor.

“Semakin maju dan besar sebuah negara, maka keperluan energinya pun semakin tinggi, baik energi yang bersumber dari fosil maupun sumber energi baru dan terbarukan,” kata Hari, angkatan FH UNDIP ’81.

Karena itu, lanjut Hari, bagi negara yang hanya mengandalkan energi fosil dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negerinya, maka bersiaplah untuk menghadapi krisis energi dan darurat energi. Kedua kondisi ini berpotensi menjadi ancaman bagi Indonesia. Khusus untuk masalah krisis energi, potensi kekurangan energi di Indonesia dilihat dari jumlah konsumsi energi dengan ketersediaan energi di Indonesia.

Krisis energi merupakan kondisi kekurangan energi sedangkan darurat energi merupakan kondisi terganggunya pasokan energi akibat terputusnya sarana dan prasarana energi. Untuk itulah, Hari menggelar simposium energi ini  sebagai forum diskusi kebangsaan yang akan menghadirkan unsur pemerintah, DPR, pelaku usaha, peneliti, praktisi dan akademisi di bidang energi.

Sebagai forum diskusi kebangsaan, Hari berharap simposium ini untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan di seputar energi agar tercapai tujuan nasional bagi pemanfaatan energi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Dijelaskan Hari, tujuan simposium ini untuk mengurai berbagai persoalan di bidang energi untuk mencari jalan tengah penyelesaian, juga akan memberi rekomendasi kepada pemerintah dan para pemangku usaha bidang energi sebagai upaya penyelesaian permasalahan.

“Simposium ini juga dimaksudkan untuk memberi kesadaran kepada masyarakat tentang berbagai persoalan energi, termasuk ancaman dan tantangannya bagi Indonesia,” tutur mantan Direktur Corporate Pertamina ini kalem.

Menurut Hari, simposium akan terbagi menjadi beberapa isu di bidang energi yang meliputi tata kelola minyak dan gas bumi Indonesia yang akan mengulas permasalahan, harapan dan tantangannya. Selanjutnya, forum akan menguji kedaulatan, ketahanan dan kemandirian energi Indonesia serta membedah peluang dan tantangan cadangan penyangga energi di Indonesia.

Simposium ini merupakan wujud partisipasi aktif dari para alumni Fakultas Hukum UNDIP dalam berkontribusi untuk membangun Indonesia menjadi negara yang berdaulat di bidang energi.

“Pelaksanaan simposium diadakan di Semarang, karena diharapkan dapat membawa dampak positif bagi para akademisi, baik dosen maupun mahasiswa UNDIP Semarang, dimana para alumni FH UNDIP banyak dikenal berkiprah dalam bidang hukum pidana dan bidang kelautan, sehingga dengan diadakannya simposium energi di Undip, maka  diharapkan dapat menjadi tolok ukur bagi UNDIP dalam kontribusi pembangunan bidang energi nasional,” imbuh Hari, mantan Direktur Gas PT Pertamina.

Selain itu, pada saat simposium diadakan, IKAFH UNDIP juga akan memperkenalkan Pusat Kajian Energi yang dibentuk dalam rangka mewujudkan harapan-harapan di atas. *dam

Ayo Berbagi!