Makan Bergizi Gratis Dinilai Jadi Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

oleh -99 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggelar webinar Forum Diskusi Publik bertajuk “Makan Bergizi Gratis” pada Rabu (1/7/2026) di Intel Studio, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI H. Oleh Soleh, S.H., Pelaksana Tugas Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Dr. Gunalan, A.P., M.Si., serta Tokoh Masyarakat Nanang Jahidin, S.Sos.I., M.Si., untuk membahas pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ketahanan bangsa.

Anggota Komisi I DPR RI, H. Oleh Soleh, S.H., menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar membangun ketahanan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pertahanan negara yang kuat harus didukung oleh generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi.

banner 336x280

Ia menjelaskan bahwa ketahanan bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan alat utama sistem pertahanan, tetapi juga dari kondisi kesehatan dan gizi masyarakat. Anak-anak yang mengalami kekurangan gizi berisiko mengalami hambatan perkembangan fisik maupun kognitif, sehingga dapat memengaruhi daya saing bangsa pada masa mendatang. Oleh karena itu, investasi pada pemenuhan gizi dipandang sama pentingnya dengan investasi di sektor pertahanan lainnya.

Sebagai wakil rakyat, Oleh Soleh menegaskan komitmen DPR RI dalam mengawasi pelaksanaan Program MBG agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Pengawasan tersebut tidak hanya menyangkut penyaluran makanan, tetapi juga kualitas gizi, keamanan pangan, serta pemerataan distribusi hingga ke daerah-daerah terpencil. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal keberhasilan program sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Dr. Gunalan, A.P., M.Si., menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan yang bersifat multisektor. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga diharapkan mampu mendukung peningkatan prestasi pendidikan, menggerakkan perekonomian rakyat melalui pemberdayaan petani, nelayan, peternak, koperasi, dan UMKM, serta membantu mengurangi angka kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja baru.

Ia memaparkan bahwa program tersebut dilatarbelakangi oleh sejumlah tantangan nasional, seperti masih rendahnya rata-rata lama sekolah, kualitas sumber daya manusia, serta pola konsumsi masyarakat yang belum memenuhi standar gizi seimbang. Di sisi lain, Indonesia tengah memasuki bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan menyiapkan generasi yang sehat dan produktif sebagai modal pembangunan nasional.

Gunalan juga menyampaikan bahwa implementasi Program MBG telah menunjukkan dampak positif di berbagai daerah. Selain meningkatkan kehadiran dan konsentrasi belajar siswa, program ini turut mengurangi beban orang tua dalam menyediakan makanan bagi anak serta mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Hingga pertengahan 2026, program telah menjangkau jutaan penerima manfaat dan menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja melalui ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ke depan, BGN akan memperkuat tata kelola, kualitas layanan, akuntabilitas, serta keberlanjutan program agar manfaatnya semakin optimal.

Tokoh Masyarakat Nanang Jahidin, S.Sos.I., M.Si., menilai bahwa keberhasilan Indonesia menuju tahun 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dibangun sejak hari ini. Menurutnya, pembangunan bangsa tidak dimulai dari pembangunan fisik semata, tetapi dari anak-anak yang tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter. Ia menjelaskan bahwa gizi yang baik akan menghasilkan kesehatan yang baik, kesehatan mendorong prestasi, prestasi meningkatkan produktivitas, dan produktivitas akan membawa kemajuan bangsa.

Ia menambahkan, Program MBG memberikan manfaat nyata bagi anak maupun keluarga. Anak-anak memperoleh asupan gizi yang lebih baik sehingga lebih sehat, fokus belajar, dan aktif, sementara orang tua terbantu dalam mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Selain itu, program ini juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan permintaan hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan produk UMKM lokal.

Dalam sesi diskusi, peserta mengajukan pertanyaan mengenai mekanisme pengukuran kepuasan masyarakat terhadap Program MBG serta strategi pemerintah menjaga keberlanjutan program dalam jangka panjang. Narasumber menjelaskan bahwa pemerintah tengah memperkuat tata kelola melalui peningkatan kualitas layanan, diversifikasi sumber pendanaan, penguatan sistem pengawasan, prioritas bagi wilayah 3T dan daerah rawan gizi, serta peningkatan akuntabilitas agar program tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Webinar ini menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Keberhasilan program tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat agar mampu mencetak generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan siap mewujudkan Indonesia Emas 2045.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.