Pemuda Didorong Jadi Garda Terdepan Perangi Penyalahgunaan Narkoba

oleh -63 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Anggota Komisi I DPR RI, Drs. H. Taufiq R. Abdullah, M.A.P., menggelar webinar Forum Diskusi Publik bertajuk “Kami Pemuda Anti Narkoba” pada Senin (4/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Intel Studio, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini menegaskan pentingnya peran strategis generasi muda dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Drs. H. Taufiq R. Abdullah menegaskan bahwa narkoba bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan ancaman serius bagi stabilitas sosial dan masa depan bangsa. Menurutnya, pemuda memiliki posisi penting sebagai agen perubahan dalam membangun lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba.

banner 336x280

“Pemuda harus menjadi pelopor dalam menyebarkan edukasi, membangun lingkungan positif, serta menjadi teladan untuk menjauhi narkoba,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah. Selain itu, literasi digital juga menjadi hal krusial di era teknologi saat ini, mengingat media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana peredaran narkoba secara terselubung.

Rektor Universitas Sains Indonesia, Dr. Ir. Endah Murtiana Sari, ST, MM, menyoroti dampak serius penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental generasi muda. Ia menjelaskan bahwa berbagai jenis narkoba, seperti sabu, ganja, ekstasi, heroin, dan kokain, dapat merusak fungsi kognitif, emosi, hingga menimbulkan ketergantungan berat.

“Narkoba merusak kualitas sumber daya manusia. Jika tidak dicegah sejak dini, dampaknya akan menghambat lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas,” katanya.

Menurutnya, keluarga harus menjadi benteng utama pencegahan melalui komunikasi yang baik, penguatan nilai moral, serta pengawasan terhadap pergaulan anak. Di sisi lain, sekolah dan kampus perlu aktif menghadirkan sosialisasi, pembinaan, hingga pembentukan satgas anti narkoba.

Sementara itu, akademisi Dr. Wisnu Widjanarko menekankan pentingnya kesadaran diri dan peran aktif generasi muda dalam menjaga lingkungan tetap bersih dari narkoba. Ia menilai bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menurunkan produktivitas dan merusak masa depan individu.

“Langkah sederhana seperti memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan aktif dalam kegiatan positif dapat menjadi benteng kuat melawan narkoba,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi, peserta juga menanyakan terkait dampak bahan adiktif serta potensi bahaya asap hasil pembakaran narkoba. Narasumber menjelaskan bahwa bahan adiktif merupakan zat yang menyebabkan ketergantungan fisik maupun psikologis, dengan dampak serius mulai dari kerusakan otak, gangguan mental, hingga risiko kematian.

Adapun terkait pemusnahan narkoba melalui pembakaran, dijelaskan bahwa masyarakat sekitar umumnya tidak akan mengalami efek seperti pengguna narkoba karena paparan zat aktifnya sangat minim. Namun, proses tersebut tetap dilakukan dengan pengamanan khusus untuk menghindari risiko kesehatan akibat asap pembakaran.

Melalui webinar ini, para narasumber mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama membangun komitmen memerangi penyalahgunaan narkoba. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan tercipta generasi muda Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing menuju terwujudnya Indonesia Emas.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.