Muhammad-Taufik-1
Muhammad Taufik, Staf Ahli Menkop dan UKM

SwaraSENAYAN.com. Dalam prinsip perkoperasian, sumber modal yang utama adalah sinergitas sumber daya manusia. Berbeda dengan perusahaan yang menempatkan modal uang sebagai faktor yang dominan dan paling menentukan. Manusia itu memiliki akses terhadap nilai-nilai sosial, nilai budaya, nilai ekonomi dan kreatifitas.

“Manusia itu punya cita-cita, memiliki kemauan, menggagas inovasi, dan meramu kreatifitas. Sinergitas sumber daya manusia inilah yang akan memberikan nilai tambah berlipat dari sebuah koperasi,” demikian paparan Muhammad Taufik selaku Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM kepada SwaraSENAYAN pada 4 Maret 2016.

Menurutnya, memulai dan menggerakkan koperasi jika mengandalkan sumber daya uang, maka tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Karena itulah koperasi menempatkan manusia sebagai energi kebersamaan yang menyatukan dan menguatkan melipat gandakan energi.
“Ibarat sholat berjamaah, 1+1 itu sama dengan 27. Dapat 27 kali lipat ganjaran. Koperasi itulah praktik nyata dari sholat berjamaah,” paparnya.

Lanjut Taufik, sebagai manusia ditiupkan ruh yang sama dari sumber yang sama. Dengan memiliki keunikan masing-masing, makanya diperlukan sinergi untuk menggabungkan berbagai kekuatan dan kelebihan masing-masing. Itulah kehebatan koperasi, praktik kehidupan dari sholat berjamaah itulah kegiatan berkoperasi.

1+1=2, itu artinya kita belum bisa berjamaah dengan baik. Makanya didalam sholat berjamaah itu harus menyucikan diri, berwudhu, menyamakan niat, mengarah kiblat, tujuan kita harus satu, shof harus rapi, tidak ada gesekan. Pelajaran dari sholat berjamaah itulah yang harus kita terapkan dalam sistem perekonomian berkoperasi. Termasuk dalam memilih imam, harus yang fasih bacaannya, enak deidengar oleh makmum, bukan dari suaranya yang paling keras.

“Pimpinan koperasi pun harus dipilih melalui musyawarah untuk mufakat yang mengayomi dan bisa mewujudkan tujuan bersama anggotanya,” urai Taufik.

Lalu, dimana posisi uang dalam koperasi sebagai modal. Menurut Taufik, uang tetap diperlukan tapi tetap harus kita mulai dari kreatifitas bersama dalam menyatuakan energi sebagai penggerak utamanya. Kalau hanya mengandalkan simpatan pokok dan iuran anggota saja, ya kecil, coba kalau kita bisa padukan dengan kemampuan memaksimalkan berbagai potensi untuk skala besar. Karena masing-masing kita kan memiliki jaringan. Kalau mulai dari modal uang, ya sangat terbatas. ■ mtq