Pembangunan Desa Berbasis Digital Dinilai Kunci Perkuat Ekonomi Nasional

oleh -55 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Anggota Komisi I DPR RI menggelar webinar Forum Diskusi Publik bertajuk “Pembangunan Desa, Koperasi dan UMKM” pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Intel Studio, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini menyoroti pentingnya penguatan desa, koperasi, dan UMKM sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional di era digital.

Anggota Komisi I DPR RI, Dr. H. A. Iman Sukri, M.Hum., menegaskan bahwa desa bukan sekadar wilayah administratif, melainkan fondasi utama ekonomi nasional yang selama ini menopang stabilitas negara di tengah ketidakpastian global. Ia memaparkan bahwa UMKM desa menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional, sehingga penguatan sektor ini menjadi syarat penting menuju visi Indonesia Emas 2045.

banner 336x280

Menurutnya, era digital telah membuka peluang besar bagi UMKM desa untuk menjangkau pasar nasional hingga global melalui platform e-commerce. Namun, peluang tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan modal usaha, dan belum optimalnya standarisasi produk lokal.

Iman Sukri menilai koperasi dapat menjadi solusi strategis dalam memperkuat posisi tawar pelaku usaha kecil di desa. Ia juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur digital melalui pembangunan BTS dan satelit SATRIA agar wilayah desa, khususnya daerah 3T, dapat menikmati akses internet yang merata dan berkualitas.

Selain itu, DPR RI disebut terus mendorong penguatan program literasi digital serta perlindungan terhadap UMKM desa dari ancaman penipuan digital dan pinjaman online ilegal. Ia juga mengusulkan konsep “Satu Desa, Satu Produk Unggulan Digital” sebagai strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Sementara itu, Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Dewan Pers, Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si., menjelaskan bahwa desa merupakan ujung tombak pemerataan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, koperasi dan UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja baru serta membangun kemandirian masyarakat desa.

Ia mengungkapkan bahwa pembangunan desa masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan akses digital, rendahnya literasi finansial, hingga terbatasnya akses permodalan. Meski demikian, ia menilai tren pertumbuhan koperasi desa menunjukkan perkembangan positif dengan terbentuknya puluhan ribu koperasi di berbagai daerah hingga tahun 2025.

Rosarita menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga keuangan, media, hingga masyarakat. Menurutnya, media dan ruang digital memiliki peran strategis dalam memperkuat promosi produk lokal desa agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, Ketua Fraksi PKB DPRD Magetan, Agus Dwi Wibowo, menyoroti besarnya kontribusi desa dan UMKM terhadap perekonomian nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa kesenjangan desa dan kota masih terlihat dalam aspek akses modal, infrastruktur digital, dan pemasaran produk.

Menurutnya, pembangunan desa bukan hanya agenda pemerataan, tetapi strategi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Ia menekankan perlunya regulasi pro-desa, peningkatan anggaran digitalisasi, pelatihan SDM, serta penguatan kemitraan antara koperasi, BUMDes, perbankan, dan marketplace digital.

Dalam sesi diskusi, peserta menanyakan strategi agar digitalisasi UMKM desa tidak justru memperlebar kesenjangan sosial. Narasumber menjelaskan bahwa pendekatan pendampingan berkelanjutan melalui koperasi desa sebagai agregator ekonomi menjadi solusi agar pelaku UMKM tradisional tetap dapat menikmati manfaat teknologi digital.

Peserta juga menyoroti keberlanjutan koperasi desa agar tidak sekadar menjadi program seremonial. Narasumber menegaskan bahwa profesionalisme manajemen, penguatan rantai pasok, serta keterlibatan pemuda desa menjadi faktor penting agar koperasi mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.

Webinar ini menegaskan bahwa pembangunan desa, koperasi, dan UMKM membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi digital secara inklusif. Dengan penguatan SDM, infrastruktur, dan ekosistem ekonomi desa, diharapkan desa-desa di Indonesia mampu tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang mandiri, kompetitif, dan berdaya saing global.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.