Harga Pangan Nyelekit, Junaidi Auly Pertanyakan Peran Pemerintah

oleh -7 Dilihat
oleh
banner 468x60

SwaraSenayan.com. Dampak wabah Covid-19 terus menggerogoti perekonomian nasional, lihat saja gelombang PHK pekerja paling nyata dan terasa saat ini. PHK terjadi karena beberapa perusahaan sudah tidak melakukan kegiatan produksi. Disamping itu pelaku sektor informal tidak leluasa beraktivitas menyebabkan kelumpuhan, penting perhatian pemerintah agar kondisi tidak semakin memburuk.

Demikian pernyataan dari Anggota Komisi XI DPR RI Ir. H. A Junaidi Auly, MM dari Fraksi PKS yang diterima redaksi SwaraSenayan (22 April 2020).

banner 336x280

Menurutnya, selain PHK, tekanan terjadi juga pada kenaikan harga pangan yang tentunya membebankan masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, inflasi bahan makanan mencapai 6,41 persen (yoy) pada Maret 2020.

Junaidi Auly menjelaskan inflasi 6 persen sangat tinggi dan mengganggu, apalagi situasi ekonomi rumah tangga berada di titik terendah.

“Harga rata-rata harian cabai rawit merah per kg selama April naik hingga 25 persen dibanding bulan Maret. Sedangkan gula pasir, bawang merah, rata-rata naik hampir 15 persen. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, harga cabai rawit sudah naik 35 persen pada April, gula pasir melambung hingga 37 persen,” terangnya.

Karena itu, Junaidi Auly menekankan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan untuk keterjangkauan bahan makanan dan kestabilan harga di tengah pandemi Covid-19.

“Di tengah pandemi Covid-19, level inflasi tersebut sudah sangat berbahaya bagi golongan menengah ke bawah. Untuk itu pemerintah agar lebih berperan baik dari segi ketersediaan stock pangan, proses distribusi dan menjaga kestabilan harga. Apalagi beberapa hari kedepan umat muslim memasuki bulan Ramadhan,” pungkas Junaidi. *mtq

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.