Gerakan Hemat Energi Didorong Jadi Gaya Hidup Demi Masa Depan Berkelanjutan

oleh -102 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Anggota Komisi I DPR RI menggelar webinar Forum Diskusi Publik bertajuk “Hemat Energi, Masa Depan Negeri” pada Senin (18/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Intel Studio, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini menekankan pentingnya penghematan energi sebagai langkah strategis menjaga ketahanan nasional dan keberlanjutan pembangunan.

Anggota Komisi I DPR RI, Dr. H. A. Iman Sukri, M.Hum., menegaskan bahwa isu penghematan energi tidak hanya berkaitan dengan efisiensi penggunaan listrik dan bahan bakar, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kemandirian bangsa. Menurutnya, meningkatnya kebutuhan energi nasional harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam menggunakan sumber daya secara bijak dan bertanggung jawab.

banner 336x280

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan penguatan ketahanan energi nasional, termasuk pengembangan energi terbarukan dan edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku hemat energi. Dalam hal ini, generasi muda dinilai memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menularkan budaya hemat energi di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, maupun masyarakat luas.

Selain berdampak pada lingkungan, Iman Sukri juga menekankan bahwa penggunaan energi yang efisien dapat membantu menekan biaya operasional rumah tangga dan sektor usaha. Dengan demikian, budaya hemat energi dinilai mampu memperkuat daya saing bangsa sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil yang jumlahnya semakin terbatas.

Sementara itu, tokoh pemuda Rizavan Shufi Thoriqi menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendukung gerakan hemat energi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Ia menjelaskan bahwa energi merupakan sumber daya strategis yang dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari rumah tangga hingga sektor industri.

Menurutnya, perilaku hemat energi dapat dimulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti mematikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan, menggunakan transportasi umum, serta memilih peralatan hemat energi. Ia menegaskan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap ketahanan energi nasional dan pelestarian lingkungan.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.So., memaparkan bahwa konservasi energi merupakan tanggung jawab bersama yang telah diatur dalam berbagai regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan sejumlah peraturan pemerintah terkait konservasi energi.

Ia menjelaskan bahwa konservasi energi merupakan upaya sistematis untuk menjaga keberlanjutan sumber daya energi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaannya. Pemerintah, kata dia, terus mendorong penerapan efisiensi energi melalui berbagai instrumen kebijakan, termasuk Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan Label Tanda Hemat Energi (LTHE) pada berbagai peralatan rumah tangga.

Menurut Dadan, label hemat energi pada peralatan elektronik bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi informasi penting agar masyarakat dapat memilih produk yang lebih efisien dan berdampak langsung pada pengurangan konsumsi listrik rumah tangga. Ia juga mengakui masih adanya tantangan besar dalam penghematan energi, seperti rendahnya kesadaran masyarakat, ketergantungan pada teknologi konvensional, dan keterbatasan investasi energi bersih.

Dalam sesi diskusi, peserta menanyakan alasan generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung gerakan hemat energi. Narasumber menjelaskan bahwa pemuda merupakan agen perubahan yang mampu membangun budaya hemat energi melalui kebiasaan sederhana dan pemanfaatan teknologi secara bijak.

Peserta juga menyoroti manfaat penerapan perilaku hemat energi bagi masyarakat dan bangsa. Narasumber menegaskan bahwa penggunaan energi secara efisien tidak hanya membantu menekan biaya listrik dan bahan bakar, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional, mendukung pengembangan energi terbarukan, dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Webinar ini menegaskan bahwa penghematan energi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui edukasi, inovasi, dan perubahan gaya hidup, diharapkan budaya hemat energi dapat menjadi gerakan bersama demi mewujudkan Indonesia yang mandiri, berkelanjutan, dan sejahtera di masa depan.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.