Tonny Agung Arifianto: Pancasila Harus Diyakini, Dipahami, dan Diamalkan

oleh -24 Dilihat
oleh
banner 468x60

MALANG — Plt. Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Dr. Tonny Agung Arifianto, S.E., M.A.B., menegaskan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi harus dihidupkan melalui pengamalan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Tonny dalam kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama DPR RI dan Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

banner 336x280

Dalam pemaparannya, Tonny menjelaskan perjalanan pembinaan ideologi Pancasila setelah era Reformasi. Ia menyebut pembubaran P4 dan BP7 setelah 1998 menyebabkan kekosongan kelembagaan dalam pembinaan ideologi serta sempat hilangnya Pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri selama hampir dua dekade.

Menurut Tonny, kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang pentingnya penguatan kembali pembinaan ideologi Pancasila. BPIP kemudian dibentuk sebagai UKP-PIP pada 2017 dan pada 2018 ditingkatkan menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Ia juga menjelaskan sejumlah tugas BPIP, antara lain merumuskan arah kebijakan dan peta jalan pembinaan ideologi Pancasila, menyelaraskan serta mengendalikan pembinaan ideologi, menyusun standardisasi pendidikan dan pelatihan, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi aparatur, serta mengkaji regulasi agar selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Dalam bidang pendidikan, Tonny menyampaikan bahwa BPIP telah menerbitkan 24 Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila untuk jenjang PAUD hingga pendidikan menengah. Buku tersebut dirancang dengan penekanan lebih besar pada aspek afektif dan psikomotorik, sehingga pembelajaran Pancasila tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diarahkan pada praktik atau Pancasila dalam tindakan.

Tonny menekankan bahwa Pancasila harus menjadi living ideology, yakni ideologi yang benar-benar hidup di tengah masyarakat. Untuk itu, terdapat tiga hal yang perlu dilakukan, yaitu meyakini kebenaran nilai Pancasila, memahami dan menghayatinya, serta mengamalkannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan sejarah bangsa. Dalam penyampaiannya, Tonny mengutip pesan Bung Karno mengenai gotong royong sebagai perasan nilai Pancasila sekaligus menegaskan bahwa Pancasila merupakan milik seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang suku maupun agama.

Selain membahas pembinaan ideologi, Tonny turut memberikan klarifikasi mengenai lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ia menjelaskan bahwa Indonesia Raya tiga stanza memiliki dasar hukum dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. Menurutnya, BPIP tidak mengubah lagu kebangsaan, melainkan menyosialisasikan bahwa menyanyikan satu stanza maupun tiga stanza memiliki dasar hukum yang sah.

Di tengah tantangan kehidupan kebangsaan yang terus berkembang, Tonny menilai penguatan Pancasila menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan masyarakat. Nilai-nilai Pancasila, menurut materi yang disampaikan, perlu terus diterjemahkan ke dalam tindakan agar tetap relevan dan hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di UNIRA Malang tersebut kemudian dibuka secara resmi dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pemahaman dan pengamalan Pancasila di tengah masyarakat.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.