Relawan Kebajikan Pancasila Didorong Perkuat Persatuan di Era Digital

oleh -99 Dilihat
oleh
banner 468x60

MALANG — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Anggota Komisi XIII DPR RI Dr. Ahmad Basarah, S.H., M.H., menggelar kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Aula Gedung KH. Moh. Said Lantai 3, Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, Jawa Timur, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut menjadi ruang penguatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah keberagaman masyarakat serta tantangan perubahan teknologi dan ruang digital.

banner 336x280

Rektor UNIRA Malang, K.H. Imron Rosyadi Hamid, Ph.D., dalam sambutannya menekankan bahwa Pancasila memiliki peran penting sebagai perekat persatuan bangsa Indonesia yang majemuk. Ia juga mengaitkan nilai kebajikan dalam Pancasila dengan prinsip ta’awun ‘alal birri wat taqwa, yakni semangat saling menolong dalam kebajikan.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Dr. Tonny Agung Arifianto, S.E., M.A.B., memaparkan sejumlah hal terkait sejarah pembinaan ideologi Pancasila. Ia menjelaskan bahwa BPIP memiliki tugas antara lain merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi, menyusun standardisasi pendidikan dan pelatihan, serta memastikan regulasi selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Tonny juga menyoroti pentingnya menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology. Menurut materi yang disampaikan, Pancasila tidak cukup hanya diyakini dan dipahami, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Materi berikutnya disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan UNIRA Malang, Dr. Hasan Bisri, M.Pd. Ia menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup masyarakat Indonesia. Nilai-nilai Pancasila, menurutnya, merupakan satu kesatuan yang saling menjiwai dan bersumber dari budaya, adat, serta nilai agama yang berkembang di Indonesia.

Hasan juga menekankan posisi Pancasila sebagai titik temu di tengah keberagaman bangsa. Dalam konteks tersebut, relawan kebajikan Pancasila memiliki peran untuk menjadi teladan, menyebarkan konten positif dan literasi digital, membangun dialog lintas identitas, serta menggerakkan aksi sosial bersama masyarakat.

Tantangan pengamalan Pancasila di era digital turut menjadi perhatian Kepala Biro Fasilitasi Pimpinan, Hubungan Masyarakat, dan Administrasi BPIP, Mahnan Marbawi. Dalam pemaparannya bertajuk “PIP di Era Disrupsi, AI dan Gen Z”, ia menguraikan tantangan kebangsaan berupa polarisasi, politisasi identitas, kesenjangan sosial, lemahnya pelembagaan nilai Pancasila, serta penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di ruang siber.

Mahnan juga menjelaskan bahwa perkembangan media sosial dan kecerdasan buatan membutuhkan penguatan karakter dan etika digital. Implementasi nilai Pancasila di ruang digital antara lain diwujudkan melalui upaya melawan hoaks dan ujaran kebencian, memperluas inklusi digital, menjadikan media sosial sebagai ruang integrasi bangsa, mendorong partisipasi publik, serta memastikan pemerataan akses internet dan literasi digital.

Pada sesi arahan sekaligus penutupan, Dr. Ahmad Basarah, S.H., M.H., menekankan pentingnya mahasiswa memiliki cita-cita tinggi, tekad kuat, serta memadukan nilai keislaman dengan wawasan kebangsaan. Ia juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah perumusan Pancasila dan menghargai peran para tokoh bangsa dalam menjaga keutuhan Indonesia.

Ahmad Basarah turut menegaskan Pancasila sebagai falsafah yang menjadi titik temu bagi keragaman suku, bahasa, dan agama di Indonesia. Menurut materi yang disampaikan, pemahaman terhadap sejarah dan jasa para ulama menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan nilai kebangsaan.

Kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila tersebut kemudian ditutup secara resmi sebagai hasil kerja sama DPR RI, BPIP, dan UNIRA Malang. Kegiatan ini menempatkan relawan sebagai bagian dari upaya menerjemahkan nilai Pancasila ke dalam kehidupan sosial, termasuk menghadapi tantangan polarisasi, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan dinamika ruang digital.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.