Ahmad Basarah: Jangan Tinggalkan Sejarah, Jangan Lupakan Jasa Ulama

oleh -66 Dilihat
oleh
banner 468x60

MALANG — Anggota Komisi XIII DPR RI Dr. Ahmad Basarah, S.H., M.H., mengingatkan generasi muda agar tidak memutus hubungan dengan sejarah bangsa dan tidak melupakan jasa para ulama dalam perjalanan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Ahmad Basarah saat memberikan arahan sekaligus menutup kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama DPR RI dan Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, Selasa (29/9/2026). Kegiatan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

banner 336x280

Dalam penyampaiannya, Ahmad Basarah menekankan pentingnya memahami sejarah proses perumusan Pancasila. Ia menguraikan rangkaian sejarah mulai dari pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, hingga pengesahan rumusan final Pancasila pada 18 Agustus 1945.

Menurutnya, proses tersebut menunjukkan adanya sikap kenegarawanan dan kesediaan para tokoh bangsa untuk mengutamakan persatuan Indonesia. Ia secara khusus mengapresiasi peran para ulama, termasuk dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dalam proses menjaga keutuhan bangsa di tengah perbedaan pandangan.

Ahmad Basarah kemudian mengingatkan dua pesan penting kepada generasi penerus, yakni Jasmerah — jangan sekali-kali meninggalkan sejarah — dan Jashijau — jangan sekali-kali melupakan jasa ulama. Pesan tersebut ia tekankan sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan pemahaman generasi muda terhadap perjalanan bangsa dan kontribusi para tokoh agama dalam sejarah Indonesia.

Bagi Ahmad Basarah, pemahaman sejarah tidak sekadar menjadi pengetahuan masa lalu. Sejarah perumusan Pancasila juga memperlihatkan bagaimana perbedaan dapat dikelola melalui dialog dan kesediaan menempatkan kepentingan persatuan bangsa di atas kepentingan kelompok.

Ia juga menekankan posisi Pancasila sebagai falsafah bangsa yang menjadi titik temu di tengah keragaman Indonesia. Pancasila, menurut materi yang disampaikan, menjadi dasar untuk menyatukan masyarakat yang terdiri atas beragam suku, bahasa, dan agama.

Pesan tersebut juga dikaitkan Ahmad Basarah dengan peran mahasiswa. Ia mengutip nasihat Bung Karno agar generasi muda menggantungkan cita-cita setinggi langit dan memiliki tekad yang kuat. Mahasiswa didorong untuk serius belajar serta menjauhkan diri dari narkoba, minuman keras, dan pergaulan negatif.

Menurut Ahmad Basarah, mahasiswa perguruan tinggi Islam memiliki posisi strategis dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan. Ia mendorong agar nilai-nilai keislaman dan wawasan kebangsaan tidak dipertentangkan, melainkan dipadukan dalam membentuk karakter generasi penerus.

Melalui kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila, Ahmad Basarah berharap pemahaman terhadap sejarah, Pancasila, dan kontribusi para ulama terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Kegiatan tersebut ditutup secara resmi sebagai bagian dari kerja sama DPR RI, BPIP, dan UNIRA Malang.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.