Terlalu Lancar, Mudik Jakarta – Jepara Gak Berkesan

Ayo Berbagi!

SwaraSenayan.com – Mudik selama ini menyimpan kesan tersendiri bagi pemudiknya. Bermacet-macet menembus jalanan adalah menu khas setiap tahunnya.

Tapi itu kini tinggal kenangan masa lalu. Seperti diceritakan Dyah Arum, mudik kali ini gak berkesan banget, karena gak macet.

“Mudik tahun ini, sungguh luar biasa, lancar banget. Jadi gak berkesan deh mudiknya,” kata Arum kepada SwaraSenayan (12/6/2018).

Arum memiliki pengalaman horor saat mudik 2016, pada awal Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolri dalam kasus Brexit, saat itu mudik ke Jepara lebih dari 50 jam.

Dibanding kasus Brexit 2016, sejarah mudik 2018 memecahkan rekor.

“Mudik 2018 layak dicatat rekor nasional sebagai mudik tercepat, ternyaman dan terlancar,” urainya.

Jakarta-Jepara yang jaraknya kurang-lebih 500 km,  ditempuh kurang dari 12 jam perjalanan termasuk istirahat, isi BBM dan sholat,” kata Arum, Selasa (12/6/2018).

Arum mudik ke Jepara bersama suaminya pada Minggu (10/6) pukul 14.00 WIB dari kawasan Legenda Wisata Cibubur. Awalnya dia sempat trauma dan memprediksi bakal terjadi kemacetan saat masuk ke Jalan Tol Cikampek.

“Di tol Cikampek tidak ada kemacetan berarti, lancar dan kecepatan melaju rata-rata 80 km/jam,” tutur dia.

Memasuki tol Cipali, kendarannya melaju rata-rata 100 km/jam. Arum mengaku kondisi lalu lintas pada tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Dia mengakui pembangunan tol Trans Jawa sangat membantu kelancaran arus mudik.

“Disamping tersedianya jalan tol, penetapan masa cuti dan libur bersama yang agak longgar sangat menentukan, sehingga pemudik leluasa mengatur waktu mudiknya, gak numpuk di satu waktu,” terang Arum.

“Tol Cipali juga turut mengurai kemacetan. Terima kasih Pak Sandiaga Uno, yang telah berani berinvestasi mengoperasikan jalan tol,” katanya.

Arum memberikan apresiasi kepada pemerintah dan jajarannya yang sudah sukses mengatur kelancaran mudik tahun ini.

“Sudah selayaknya pemerintah memberikan pelayanan kepada rakyatnya, jangan malah mempolitisir keadaan untuk menarik simpati publik. Pihak pemerintah dan pendukungnya tak perlu berlebihan lah,” ujarnya.

Beredar di medsos, kelancaran arus lalu lintas mudik tak luput menjadi objek perang opini antara yang pro pemerintah Jokowi dan yang kontra pemerintah (komunitas ganti presiden). Bahkan, beredar spanduk yang mengklaim sebagai tol nya Jokowi.

Spanduk ini berupaya menyesatkan dan mempermalukan Jokowi sendiri. Kenapa? Semua rakyat tahu itu jalan tol dibiayai oleh utang negara, dan rakyat yang akan mencicilnya. Sedang operasionalnya ada yang dikelola BUMN Jasa Marga juga ada swasta.

“Pendukungnya Pak Jokowi seharusnya tak melampaui batas. Tidak ada tol milik Pak Jokowi,” jelasnya.

Tol Cipali merupakan salah satu tol terpanjang yang dibanggakan, 116 km membentang antara Cikampek – Palimanan. Klaim pendukung Jokowi tersebut justru menambah gaduh ruang publik.

Skema pembiayaan tol Cipali adalah Private Public Partnership (PPP). Pembangunan tol dilaksanakan oleh PT Lintas Marga Sedaya: 45% sahamnya dimiliki PT Baskhara Utama Sedaya yang adalah anak perusahaan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, konsesi selama 35 tahun. Ketiga Perusahaan menggunakan nama belakang Sedaya.

Pemilik PT Saratoga Investama dialah Sandiaga Uno, wakil gubernur DKI Jakarta saat ini. Jadi tak ada yang lewat tol Pak Jokowi, karena Pak Jokowi tak punya jalan tol seruas pun! *SS

ADVERTISEMENT
Ayo Berbagi!