Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila Berbasis Desa Didorong Perkokoh Persatuan di Kalimantan Barat

oleh -35 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sekadau – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Anggota Komisi XIII DPR RI menggelar Sosialisasi Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila pada Selasa (30/6/2026) di Rumah Adat Desa Timpuk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila Menjadi Kunci Memperkokoh Persatuan Masyarakat Kalimantan Barat” sebagai upaya memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila melalui gerakan masyarakat di tingkat akar rumput.

Anggota Komisi XIII DPR RI, Paolus Hadi, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya dipahami sebagai konsep yang dibahas di ruang-ruang formal, tetapi harus benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat desa. Menurutnya, masyarakat yang hidup di ladang, pasar, dan tepian sungai merupakan pihak yang paling merasakan apakah nilai-nilai Pancasila benar-benar diamalkan atau hanya menjadi slogan.

banner 336x280

Ia menjelaskan bahwa Kalimantan Barat memiliki kekayaan kearifan lokal yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila jauh sebelum dasar negara tersebut dirumuskan. Tradisi gotong royong, musyawarah, kehidupan harmonis antar-suku, hingga penghormatan terhadap alam menjadi modal sosial yang perlu terus dijaga sebagai fondasi persatuan bangsa. Namun, tantangan seperti arus informasi digital yang tidak terkendali, konflik lahan, dan melemahnya perlindungan terhadap masyarakat adat menuntut hadirnya Relawan Kebajikan Pancasila sebagai penggerak di tengah masyarakat.

Paolus menambahkan, penguatan relawan harus dimulai dari tokoh-tokoh yang telah dipercaya masyarakat, seperti ketua adat, guru, tokoh agama, tenaga kesehatan, hingga pemimpin kelompok tani. Menurutnya, penyampaian nilai-nilai Pancasila akan lebih efektif apabila menggunakan bahasa daerah, budaya lokal, cerita rakyat, serta memanfaatkan media digital seperti grup WhatsApp desa, radio komunitas, dan kanal media sosial untuk menjangkau generasi muda.

Sementara itu, Galuh Ibrahim, Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Jaringan dan Pembudayaan BPIP, memaparkan bahwa sejarah lahirnya Pancasila merupakan hasil dialog, musyawarah, dan kompromi para pendiri bangsa yang mengutamakan persatuan di atas kepentingan golongan. Menurutnya, proses kelahiran, perumusan, hingga pengesahan Pancasila menunjukkan bahwa semangat persatuan telah menjadi fondasi utama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Pancasila memiliki kedudukan sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, sekaligus ideologi yang digali dari nilai-nilai budaya, religiusitas, dan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Karena itu, penguatan pemahaman terhadap sejarah Pancasila dinilai penting agar masyarakat mampu mengamalkan nilai-nilainya secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama, Alia Maisarah, S.Ip., M.Si., Tenaga Ahli Anggota DPR RI sekaligus mahasiswa doktoral sejarah Universitas Diponegoro, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila. Menurutnya, perempuan sejak dahulu telah menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan melalui keluarga, pendidikan, pelestarian budaya, hingga penguatan solidaritas sosial di lingkungan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa menjadi Relawan Kebajikan Pancasila tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan besar, tetapi dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti mendidik anak dengan nilai kejujuran dan toleransi, menjaga kerukunan di lingkungan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Selain itu, perempuan muda juga didorong menjadi pelopor literasi digital dengan memproduksi konten positif yang mengangkat budaya lokal Kalimantan Barat.

Kegiatan sosialisasi ini menegaskan bahwa penguatan Relawan Kebajikan Pancasila harus dibangun dari masyarakat sendiri dengan memanfaatkan kekuatan budaya lokal, gotong royong, dan teknologi digital. Melalui kolaborasi pemerintah, tokoh masyarakat, perempuan, dan generasi muda, nilai-nilai Pancasila diharapkan semakin membumi sebagai pedoman hidup yang mampu memperkuat persatuan serta menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.