JAGA DAN AMANKAN RUANG DIGITAL KITA SERTA BERPERILAKU DIGITAL YANG BERTANGGUNGJAWAB

oleh -27 Dilihat
oleh
banner 468x60

Oleh : Yoga A. Wardhana (Pelaku dunia digital)

Gambaran Umum

banner 336x280

Kehadiran media sosial dan teknologi digital telah mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita. Dunia digital sangat kita butuhkan dalam sehari hari, dari hal yang paling mudah hingga hal yang paling sulit, hal itu membuktikan begitu besarnya peran dunia digital pada masa sekarang. Perkembangan pesat teknologi digital membuat informasi kian mudah didapat. Pengguna bisa memanfaatkan informasi sebanyak-banyaknya sesuai kebutuhan secara gratis dan murah. Sayangnya, hal ini tak selamanya mendatangkan manfaat jika masyarakat tak memiliki kemampuan untuk memahami, mengolah, dan menyaring informasi dengan tepat.  Ekspresi diri di dunia digital dapat menjadi tantangan tersendiri, namun, ruang ini juga harus ditempuh dengan hati-hati, sehingga penting adanya literasi digital yang mendasari perilaku digital yang bertanggung jawab. Ruang digital bukan hanya tentang berekspresi, tetapi juga tentang melindungi privasi dan menghindari potensi penyebaran informasi yang tidak perlu atau bahkan merugikan.  Berpikir kritis dan bertanggung jawab adalah ujung dari literasi digital yang ingin diwujudkan dalam masyarakat.  Menimbang baik-buruk tujuan di balik setiap unggahan adalah tindakan yang bijaksana. Apakah itu hanya untuk kesenangan pribadi, ataukah ada implikasi lebih besar yang perlu dipertimbangkan. Dalam perjalanan kita menuju ekspresi diri yang bebas dan bertanggung jawab di ruang digital, penting untuk mengingat bahwa media sosial bukan hanya panggung untuk tampil, tetapi juga platform di mana kita berinteraksi dengan berbagai opini dan pandangan. Oleh karena itu, dalam mengekspresikan diri, penting untuk menjaga sikap yang kritis, bertanggung jawab, dan menghormati pandangan orang lain / sesame.

Menjaga keamanan ruang digital

Keamanan digital adalah aspek penting dalam dunia digital. Dalam era di mana teknologi informasi dan internet memainkan peran sentral, sehingga menjaga keamanan digital kita adalah suatu keharusan. Dengan memahami jenis-jenis ancaman, prinsip-prinsip keamanan, dan tindakan-tindakan yang dapat diambil untuk melindungi diri kita, kita dapat mengurangi risiko menjadi korban serangan atau pencurian data. Ketika berselancar di ruang digital, masyarakat tidak boleh merasa cukup aman sehingga mengabaikan untuk menjaga keamanan digital. Masih banyak individu yang tertipu, karena panik akhirnya mentransfer uang, akun Instagram atau Facebook diambil, atau sudah transaksi di ecommerce, tapi barang tidak datang.  Untuk menjaga keamanan diri di ruang digital, ada beberapa tindakan yang dapat diambil, diantaranya dengan menggunakan sandi yang kuat dengan kombinasi huruf dan angka yang tidak mudah ditebak; memperbarui perangkat lunak secara teratur termasuk sistem operasi, aplikasi, dan program keamanan; menghindari mengklik tautan yang mencurigakan; serta mengaktifkan firewall dan antivirus terbaru untuk menjaga keamanan data digital.  

Pentingnya Literasi Digital

Menciptakan dan menjaga ruang digital tetap aman di era digital, memerlukan pemahaman literasi digital yang mendalam dan didukung perilaku digital yang bertanggung jawab. Melalui pemahaman yang bijak tentang apa yang harus dibagikan dan bagaimana cara berinteraksi secara positif di dunia digital, kita dapat menjaga lingkungan online yang inklusif dan saling mendukung. Menyadari betapa pentingnya literasi digital, bukan sekadar memahami teknologi, tapi juga memiliki sikap kritis dan bertanggung jawab. Seperti diketahui, tingkat literasi digital masyarakat Indonesia masih tergolong rendah.  Arus  informasi  yang deras  justru berpotensi  menyebabkan masyarakat terpapar hoaks.  Sosialisasi perihal literasi digital secara merata semakin urgen, sehingga masyarakat menjadi cerdas memilah informasi di era luapan informasi, terutama mewaspadai banjir konten negatif di ruang digital.  Konten negatif diantaranya berupa melanggar kesusilaan seperti pornografi, perjudian, kekerasan, fitnah, penyebaran berita palsu (hoaks), penghinaan nama baik, pengancaman dan/atau pemerasan, hingga penyebaran kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA, yang akan membawa dampak buruk bagi mental masyarakat, Masyarakat juga harus memastikan kebenaran informasi yang dibagikan di media sosial. Pilah secara bijak informasi sebelum menyebarkannya, sehingga tidak menyebarkan informasi menyesatkan dan merugikan orang lain.  Masyarakat juga perlu menyadari peran literasi digital di dunia marketplace. Sekarang ini banyak orang sudah akrab dan bergantung dengan teknologi internet, dan memanfaatkan ruang digital untuk promosi dan transaksi, akan tetapi pemahaman mereka perihal keamanan digital minim.  Pemblokiran terhadap sumber konten negatif yang telah dilakukan KemenKomdigi tak cukup mengatasi masalah tersebut, tetapi juga perlu dibarengi upaya preventif untuk mengedukasi agar Masyarakat Makin Cakap Digital.

Pelaku dunia digital yang bertanggungjawab Populasi dunia, terutama dari Generasi milenial, Z, dan alpha dapat mengoptimalkan teknologi internet untuk bekerja, berkreativitas, dan menghasilkan konten-konten yang bersifat positif, mulai dari menjadi influencer atau podcaster media sosial, penulis konten digital, membangun toko online, mengajar, merancang aplikasi mobile, hingga menjadi blogger ataupun vlogger. Ini merupakan berbagai bentuk perilaku dari pelaku digital di ruang digital yang bertanggungjawab. Program Literasi Digital yang diselengarakan KemKomdigi memiliki empat tema besar, yakni Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital. Melalui program tersebut, masyarakat Indonesia diharapkan bisa memanfaatkan teknologi digital dengan penuh tanggungjawab serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.