BPIP dan Dr. Andreas Hugo Pareira Gelar Penguatan Relawan Pancasila di Labuan Bajo, Tekankan Toleransi dan Etika Digital

oleh -146 Dilihat
oleh
banner 468x60

LABUAN BAJO — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr. Andreas Hugo Pareira, melanjutkan rangkaian kegiatan “Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Bersama Masyarakat” di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, bertempat di Aula Gereja Katolik Paroki Santa Theresia Liseux, Longgo.

Acara yang mengusung semangat kebangsaan ini dihadiri oleh jajaran pejabat BPIP, anggota DPRD Manggarai Barat, para tokoh adat, pemuka agama, guru, orang tua, hingga generasi muda setempat.

banner 336x280

Potensi Kebhinekaan dan Semangat Gotong Royong Labuan Bajo

Kepala Bagian Keuangan BPIP RI, Widyana, S.E., M.M., dalam sambutannya, menyoroti kekayaan alam dan budaya Manggarai Barat yang telah mendunia, khususnya kawasan pariwisata Labuan Bajo. Ia menekankan bahwa kekuatan utama daerah ini terletak pada persaudaraan, gotong royong, penghormatan terhadap adat, serta kerukunan hidup antarumat beragama yang mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Pembangunan pariwisata Labuan Bajo diharapkan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya, mendukung usaha warga lokal, sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya. Mari kita jadikan Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan nilai yang dihidupkan, dijalankan, dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Widyana.

Sejarah, Kedudukan, dan Aktualisasi Pancasila di Era Digital

Sementara itu, Dr. Andreas Hugo Pareira dalam keynote speech-nya memaparkan secara komprehensif mengenai lini masa historis lahirnya Pancasila—mulai dari pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, perumusan Piagam Jakarta 22 Juni 1945, hingga pengesahannya oleh PPKI pada 18 Agustus 1945. Ia juga menegaskan pentingnya menempatkan Pancasila sebagai Philosofische Grondslag, pandangan hidup bangsa (Weltanschauung), serta sumber dari segala sumber hukum negara.

Acara ini turut menghadirkan narasumber dari Politeknik Elbajo Commodus, Yulianus Janur, S.Pd., M.Pd., yang mengupas tuntas urgensi memasyarakatkan Pancasila di era digital. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan media sosial harus disandarkan pada nilai-nilai Pancasila guna menangkal disinformasi, ujaran kebencian, perundungan siber, serta polarisasi sosial.

Sesi materi juga diperkuat oleh pemaparan Siti Maimunah, S.H., M.H. (Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Madya BPIP RI) yang menjabarkan kedudukan kelembagaan BPIP serta urgensi internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pembentukan hukum dan regulasi nasional.

Melalui kegiatan di Labuan Bajo ini, para peserta diajak untuk terus merawat Manggarai Barat sebagai rumah yang aman, damai, sejahtera, berkeadilan, serta menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.