Bangun Persatuan dari Akar Rumput, BPIP Perkuat Relawan Kebajikan Pancasila di Kalbar

oleh -18 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sanggau – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Anggota Komisi XIII DPR RI menggelar kegiatan Sosialisasi Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila pada Senin (29/6/2026) di Gedung Karya Pastoral St. Petrus Kanisius, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila Menjadi Kunci Memperkokoh Persatuan Masyarakat Kalimantan Barat” sebagai upaya memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat yang majemuk.

Anggota Komisi XIII DPR RI, Paolus Hadi, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa Pancasila merupakan perekat utama bangsa Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat yang dikenal memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang harus terus dirawat melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian berbasis SARA, serta memudarnya semangat gotong royong, kehadiran Relawan Kebajikan Pancasila dinilai menjadi sangat penting sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa.

banner 336x280

Paolus menjelaskan bahwa Relawan Kebajikan Pancasila merupakan warga negara yang secara sukarela mengabdikan diri untuk menyebarluaskan, mengamalkan, dan menjaga nilai-nilai Pancasila. Relawan berasal dari berbagai latar belakang, seperti tokoh adat, pemuda, petani, nelayan, hingga ibu rumah tangga, yang memiliki komitmen membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. Gerakan tersebut juga sejalan dengan semangat gotong royong dan kearifan lokal masyarakat Kalimantan Barat yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial.

Ia menambahkan, relawan memiliki sejumlah peran strategis di tengah masyarakat, antara lain menjaga kerukunan melalui musyawarah, menjadi pendidik informal mengenai nilai-nilai Pancasila, menangkal penyebaran hoaks yang berpotensi memecah belah masyarakat, serta mendorong tumbuhnya ekonomi gotong royong melalui koperasi dan UMKM berbasis komunitas. Menurutnya, perempuan juga memiliki posisi penting dalam gerakan tersebut karena berperan sebagai pendidik pertama dalam keluarga yang menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda sejak dini.

Sementara itu, Galuh Ibrahim, Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Jaringan dan Pembudayaan BPIP, memaparkan sejarah lahirnya Pancasila sebagai hasil dialog, musyawarah, dan kompromi para pendiri bangsa. Ia menjelaskan bahwa proses perumusan Pancasila, mulai dari pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, hingga pengesahan Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945, menunjukkan bahwa persatuan bangsa selalu ditempatkan di atas kepentingan golongan.

Menurut Galuh, Pancasila memiliki kedudukan yang sangat fundamental sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, sekaligus ideologi yang menjadi pedoman dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat. Nilai-nilai tersebut lahir dari tradisi, religiusitas, dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Indonesia, sehingga relevansinya tetap terjaga hingga saat ini.

Pada kesempatan yang sama, Alia Maisarah, S.Ip., M.Si., Tenaga Ahli Anggota DPR RI sekaligus mahasiswa doktoral sejarah Universitas Diponegoro, menekankan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila. Menurutnya, perempuan merupakan penjaga nilai, pendidik pertama bagi anak, sekaligus perekat hubungan sosial dalam keluarga dan masyarakat. Karena itu, penguatan perempuan berarti memperkuat fondasi Pancasila di tingkat akar rumput.

Ia menjelaskan bahwa perempuan Indonesia telah memainkan peran penting dalam perjalanan bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan. Dalam konteks Kalimantan Barat, perempuan Dayak maupun Melayu memiliki posisi strategis sebagai penjaga adat, pelestari budaya, dan penghubung antarkomunitas. Selain itu, perempuan muda juga didorong menjadi pelopor literasi digital Pancasila melalui penyebaran konten positif, pelestarian budaya lokal, dan penangkalan hoaks di ruang digital.

Kegiatan sosialisasi ini menegaskan bahwa penguatan Relawan Kebajikan Pancasila merupakan langkah strategis dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat. Melalui kolaborasi pemerintah, tokoh masyarakat, perempuan, dan generasi muda, nilai-nilai Pancasila diharapkan semakin membumi dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menjadi benteng menghadapi berbagai tantangan kebangsaan di era digital.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.