BAKTI Komdigi Bersama Prof. Abdul Halim Iskandar Gelar Seminar Merajut Nusantara di Mojokerto, Soroti Etika Digital dan Bahaya AI

oleh -62 Dilihat
oleh
banner 468x60

MOJOKERTO — BAKTI Komdigi bersama Anggota Komisi I DPR RI, Prof. Dr. (H.C.) H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd., menyelenggarakan kegiatan Seminar Merajut Nusantara dengan tema “Etis Bermedia Digital” pada Kamis, 5 November 2026 di Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Seminar ini dihadiri oleh para kiai, bu nyai, tokoh masyarakat, serta warga setempat guna memperkuat literasi digital dan pemahaman kebangsaan di tengah kemajuan teknologi informasi yang masif.

banner 336x280

Peran Pertahanan dan Kekuatan Spiritual Bangsa

Dalam pemaparannya, Prof. Abdul Halim Iskandar yang bertindak sebagai keynote speaker menjelaskan posisi strategisnya sebagai mitra kerja Komisi I DPR RI yang membidangi urusan komunikasi, digitalisasi, sekaligus pertahanan negara. Ia menyinggung perbandingan kekuatan militer modern dan menegaskan bahwa ketahanan serta kedamaian bangsa Indonesia hingga saat ini sangat ditopang oleh kekuatan spiritual, doa, selawat, serta peran aktif para kiai dan ulama dalam menjaga keutuhan masyarakat.

Urgensi Etika Digital dan Tantangan Artificial Intelligence (AI)

Lebih lanjut, politisi yang akrab disapa Gus Halim ini menekankan bahwa etika bermedia digital merupakan fondasi utama yang jauh lebih esensial dibandingkan sekadar aturan normatif atau Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Menurutnya, jika masyarakat telah membudayakan etika yang baik di ruang digital, maka berbagai pelanggaran seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah dapat dicegah dari akarnya.

Selain itu, seminar ini juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) yang berkembang pesat. Kendati bermanfaat untuk membantu pekerjaan sehari-hari, AI menyimpan potensi ancaman yang besar jika disalahgunakan, seperti maraknya manipulasi konten visual (deepfake) berupa video atau foto palsu yang tampak sangat nyata. Masyarakat diimbau untuk jauh lebih cermat, kritis, dan berhati-hati dalam menyaring setiap informasi yang beredar di media sosial.

Refleksi Toleransi dan Peran Tokoh Agama

Dalam sesi refleksi kebangsaan, Gus Halim turut membagikan pengalamannya saat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, di antaranya ke Tiongkok (China), di mana umat Islam berada dalam posisi minoritas dan menghadapi pengawasan ketat. Pengalaman tersebut dijadikan bahan refleksi bersama untuk mensyukuri kebebasan beribadah, kerukunan, serta tingginya tingkat toleransi yang terjalin dengan baik di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan Seminar Merajut Nusantara ini, para kiai, bu nyai, dan tokoh masyarakat di Kota Mojokerto diharapkan tidak hanya mampu memahami literasi digital dengan baik, tetapi juga ikut berperan aktif menjadi agen perubahan (agent of change) yang mentransformasikan pemahaman serta memitigasi dampak negatif teknologi kepada para jamaah dan masyarakat luas.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.