AKTUALISASI SEMANGAT SUMPAH PEMUDA 1928 DALAM GERAKAN KEBAJIKAN PANCASILA

oleh -290 Dilihat
oleh
banner 468x60

oleh : Krishnamurti Rajasa (Pemerhati Kebijakan Sosial)

Lahirnya Hari Sumpah Pemuda.
Tanggal 28 Oktober merupakan momen penting bagi Bangsa Indonesia, di mana kita memperingati Hari Sumpah Pemuda. Pada hari ini, 98 tahun yang lalu, para pemuda mengikrarkan tekad untuk bersatu sebagai satu bangsa, di tanah air yang sama, dan menggunakan bahasa yang sama. Ada kisah perjuangan panjang yang dipenuhi dengan dedikasi, keberanian, dan semangat para pemuda dalam menegaskan persatuan dalam satu bangsa, tanah air dan bahasa Indonesia. Pada awal abad ke-20, Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda masih dijajah. Rakyat hidup dalam tekanan, dan kesempatan bersekolah sangat terbatas. Meski begitu, sebagian pemuda terpelajar mulai sadar bahwa nasib mereka sama, yaitu sama-sama dijajah. Kesadaran tersebut tumbuh bersama munculnya banyak organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, dan Jong Celebes. Berdirinya Budi Utomo pada 1908 juga dianggap sebagai pembuka gerakan kebangsaan. Kebijakan politik etis dari pemerintah Belanda, yang membuka kesempatan belajar bagi sebagian pribumi, ikut mendorong lahirnya kaum muda terdidik. Namun, perjuangan kala itu masih berjalan sendiri-sendiri menurut daerah. Cara ini membuat perlawanan mudah dipatahkan penjajah. Para pemuda kemudian menyimpulkan bahwa kekuatan harus digabungkan. Untuk mewujudkan persatuan, para pemuda mengadakan pertemuan yang disebut Kongres Pemuda. Kongres pertama berlangsung pada 30 April–2 Mei 1926. Hasilnya memang belum berupa keputusan tegas, tetapi kongres ini mempertemukan beberapa organisasi pemuda dan menjadi langkah awal penting. Dua tahun kemudian, Kongres Pemuda II digelar di Batavia (sekarang Jakarta) pada 27–28 Oktober 1928 di tiga lokasi berbeda: gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Oost Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw (Rumah Indekos, Kramat No. 106). Sumpah Pemuda adalah pernyataan tegas dan komitmen para pemuda Indonesia untuk bersatu dalam satu bangsa, tanpa memandang perbedaan suku, agama, dan ras. Kongres ini diinisiasi oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) dengan tujuan memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan yang sudah tumbuh dalam diri para pemuda. Pada rapat ketiga dilaksanakan di gedung Indonesische Clubgebouw Kramat pada tanggal 28 Oktober 1928. Dalam rapat ketiga ini, sebelum rumusan hasil kongres dibacakan, terlebih dahulu diperdengarkan lagu ciptaan Wage Rudolf Supratman, yakni Indonesia Raya yang nantinya akan menjadi lagu kebangsaan Indonesia setelah merdeka. Setelahnya, putusan kongres dibacakan dan diikuti oleh seluruh peserta, sebuah putusan yang kita kenal sebagai Sumpah Pemuda. Adapun ikrar yang dibacakan pemuda pada Kongres Pemuda II yaitu: Pertama; Kami, putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Kedua; Kami, putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Ketiga; Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Sumpah Pemuda memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Pertama, ia menekankan esensi persatuan di tengah keragaman. Mengingat Indonesia terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dan ratusan suku, persatuan menjadi dasar yang krusial untuk mencapai tujuan bersama. Kedua, Sumpah Pemuda mengingatkan kita akan pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi dan identitas. Bahasa Indonesia bukan hanya berfungsi sebagai media pengantar, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan nasional.

banner 336x280

Apa Tujuan Memeperingati Hari Sumpah Pemuda.
Hari sumpah pemuda bertujuan untuk memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan Indonesia yang tumbuh di dalam benak dan sanubari pemuda-pemudi Indonesia. Selain itu, Sumpah Pemuda juga bertujuan untuk mengatasi rasa kedaerahan yang sering menjadi penghalang bagi rakyat Indonesia untuk bersatu. Dengan menghilangkan sekat-sekat yang disebabkan oleh perbedaan daerah. Sumpah Pemuda menjadi langkah penting menuju persatuan yang lebih solid dan bersifat integratif yang generasi masa kini untuk memacu diri, menempa diri menuju ke pembentukan bangsa yang rukun dan bersatu. Semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif dan memperkuat solidaritas antar pemuda, sehingga mereka dapat bekerja bersama demi kemajuan bangsa. Sumpah Pemuda menunjukkan bahwa perbedaan suku, agama, bahasa daerah, dan budaya tidak menjadi penghalang untuk bersatu. Ikrar sederhana tersebut menjadi dasar rasa kebangsaan Indonesia, dengan bahasa Indonesia berfungsi sebagai pemersatu rakyat dari berbagai daerah. Meskipun penjajahan fisik telah berakhir, rintangan lain masih ada, seperti kemiskinan, pengangguran, penyalahgunaan narkoba, penyebaran berita bohong, dan ujaran kebencian. Semangat 1928 diharapkan mendorong pemuda masa kini untuk tetap kritis sekaligus optimis, menjaga toleransi, serta ikut membangun bangsa sesuai kemampuan masing-masing. Hari Sumpah Pemuda mengingatkan bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja, melainkan lahir dari persatuan generasi muda yang berani menyingkirkan sekat-sekat daerah demi satu tujuan bersama.

Aktualisasi Semangat Sumpah Pemuda 1928
Sumpah Pemuda menunjukkan bahwa perbedaan suku, agama, bahasa daerah, dan budaya tidak menjadi penghalang untuk bersatu. Ikrar sederhana tersebut menjadi dasar rasa kebangsaan Indonesia, dengan bahasa Indonesia berfungsi sebagai pemersatu rakyat dari berbagai daerah. Semangat 1928 diharapkan mendorong pemuda masa kini untuk tetap kritis sekaligus optimis, menjaga toleransi, serta ikut membangun bangsa sesuai kemampuan masing-masing. Hari Sumpah Pemuda mengingatkan bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja, melainkan lahir dari persatuan generasi muda yang berani menyingkirkan sekat-sekat daerah demi satu tujuan bersama. Partisipasi pemuda tidak hanya sekedar seruan kemerdekaan tetapi juga mengandung semangat nasionalisme yang membantu memperkuat ikatan solidaritas Indonesia. Sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, Pancasila seharusnya tetap menjadi landasan dan panduan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman. Semangat Hari Sumpah Pemuda 1928 mengajak bangsa Indonesia untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong, keadilan sosial, dan kebersamaan, menghadapi tantangan modern seperti polarisasi politik, pengaruh asing, dan disinformasi yang bisa merusak persatuan. Peringatan Hari Sumpah Pemuda meneguhkan kembali semboyan Bhinneka Tunggal Ika, bahwa perbedaan suku, agama, dan pandangan politik tetap dapat bersatu dalam satu dasar negara. Di tengah tantangan zaman seperti disinformasi digital, perpecahan sosial, hingga menurunnya rasa empati antar warga, nilai-nilai kebajikan yang terkandung dalam Pancasila harus terus kita hidupkan sejalan dengan terus menghidupkan semangat hari sumpah pemuda. Pancasila harus diwujudkan dan harus dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat, sebagai Kebajikan Pancasila. Kebajikan Pancasila merupakan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam perilaku individu, kepemimpinan, pelayanan kepada masyarakat, maupun cara memperlakukan sesama. Hubungan Sumpah Pemuda Dan Pancasila melalui sejarah perjuangan kembali merebut kemerdekaan bangsa Indonesia, menempuh proses yang cukup panjang. Karena itu merupakan hal yang wajar kalau semangat yang memancar dari Sumpah Pemuda pasti ikut menjiwai ide yang kemudian dirumuskan menjadi Pancasila. Generasi muda tahun 1928 telah melahirkan Sumpah Pemuda, dan Sumpah Pemuda itu kemudian menjiwa Pancasila sebagai dasar negara kita, maka dalam melanjutkan lajunya proses sejarah tak ada pilihan lain bagi seluruh lapisan Masyarakat Indonesia masa kini untuk mengaktualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Gerakan Kebajikan Pancasila berperan dalam menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai aksi nyata yang berlandaskan semangat kebajikan dan jiwa gotong royong berdasarkan semangat Bhineka Tunggal Ika.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.