Puluhan Warga Terkurung di Sirkuit Mandalika, LOGIS Desak Bram Subiandoro Dipecat

oleh -7 Dilihat
oleh
banner 468x60

SwaraSenayan.com. MATARAM – Tuntasnya pengaspalan sirkuit utama Mandalika, tepat 17 Agustus 2021 menjadi kado manis untuk HUT RI ke 76. Tapi, ini menjadi buah pahit bagi sedikitnya 79 kepala keluarga yang hingga kini masih mendiami lahan yang dipertahankan sebagai milik mereka di dalam kawasan lintasan sirkuit berkelas internasional tersebut.

Fakta masih ada masalah serius terkait lahan sirkuit Mandalika ini mencuat setelah sejumlah warga buka suara. Mereka adalah warga di Dusun Ebunut, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

banner 336x280

“Kami kurang lebih sudah dua bulan mulai sulit keluar masuk. Kami terkurung di sini,” kata salah seorang warga bernama Damar.

Akses pendidikan dan kesehatan praktis terhalang lintasan sirkuit yang selalu ketat dijaga petugas keamanan ITDC.

Lembaga Kajian Sosial dan Politik NTB, Lombok Global Institute (LOGIS) menilai masalah ini sangat serius dan harus disikapi dengan baik. Baik oleh pemerintah maupun oleh pihak ITDC selaku pengelola kawasan.

Warga yang masih terjebak di Lokasi Sirkuit Mandalika

Direktur LOGIS, M Fihiruddin menegaskan, selama ini publik dan pejabat Jakarta mengetahui bahwa masalah lahan Mandalika sudah tuntas. Hal ini akibat dugaan ada fakta-fakta yang ditutupi oleh ITDC dalam laporan mereka ke Jakarta.

Fihir mengatakan, Managing Director ITDC The Mandalika, Bram Subiandoro harus bertanggungjawab. Ia mendesak agar Bram dicopot jabatannya.

“Dengan fakta yang terungkap saat ini, kami meminta Bram Subiandoro dipecat dari jabatannya sebagai Managing Director ITDC The Mandalika,” tegas Fihiruddin kepada SwaraSenayan, Sabtu (21/8/2021).

Fihir mengatakan, dengan fakta yang terungkap ada puluhan KK terkurung di lintasan sirkuit Mandalika, maka patut diduga Bram Subiandoro selaku pimpinan di Mandalika telah menutupi masalah ini.

Melalui kajiannya, LOGIS berpendapat bahwa ditutupnya masalah tersebut justru menjadi bumerang bagi pihak PT. ITDC yang saat ini sudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat setempat.

“Dengan disembunyikannya masalah tersebut, reputasi bagus yang selama ini dibangun ITDC dapat terganggu, kepercayaan masyarakat dapat memudar,” tukas Fihir.

Menurutnya, hal tersebut dapat menimbulkan gejolak yang besar khususnya masyarakat di sekitar Sirkuit MotoGP Mandalika.

“Tidak menutup kemungkinan keributan besar akan terjadi lagi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan bersurat kepada Komnas HAM untuk menyikapi masalah ini. Sebab hak-hak warga yang masih bertahan di lintasan juga harus dihargai dan diadvokasi.

Untuk langkah awal, lanjutnya, ia juga akan mencoba berkomunikasi dengan pihak ITDC untuk melakukan tindakan secepat mungkin, agar masalah ini dapat terselesaikan dengan baik.

“Agar masalah ini tidak terjadi lagi, maka Bram Subiandoro harus diberhentikan dari jabatannya,” tegasnya. *mtq

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.