PKI TERLARANG HARUS SEPERTI NAZI DI JERMAN

Ayo Berbagi!
IMG-20170924-WA0008
Aceng Ahmad Nasir bersama KH. Makruf Amin

SwaraSenayan.com. Lagi, gaduh kembali muncul di negeri ini. Kali ini, soal kebangkitan PKI apakah benar-benar terjadi atau hanya isapan jempol. PKI dan ajarannya yang sudah dinyatakan sebagai organisasi terlarang seakan menemukan terbukanya pintu lebar untuk merangsek masuk dalam kehidupan bangsa dengan memutarbalikkan sejarah kelam bangsa Indonesia.

PKI dulu menyebut proklamasi 1945 adalah revolusi yang gagal, makanya 1948 mereka melakukan kudeta. Muso dengan arogan bilang ke Soekarno-Hatta akan luruskan jalan baru revolusi Indonesia denga Komunisme. Ketika para pejuang hadapi agresi militer Belanda ke-2, PKI malah menusuk bangsa ini dari belakang persisnya 18 September 1948 PKI melakukan kudeta terhadap NKRI.

Demikian komentar  Aceng Ahmad Nasir, S.Ag. M.Si, dari Barisan Rakyat Anti Komunis (BARAK)
kepada SWARA SENAYAN (25/9/2017).

Menurut Aceng, kudeta PKI gagal karena TNI melawan dan didukung umat Islam. Banser NU sebagai garda terdepannya melakukan perlawanan terhadap PKI yang dipimpin KH. Yusuf Hasyim, yaitu Pamannya Gusdur.

“Beliau adalah termasuk tokoh yang paling disegani PKI,” ujar Aceng.

Aceng menjelaskan, karena revolusi adalah doktrin utama PKI maka tahun 1965 mereka mencoba lakukan kudeta ulang dengan membentuk dewan revolusi dengan membunuh para Jenderal karena musuh utama PKI adalah TNI, umat Islam dan ulama.

Menyikapi pro-kontra penayangan film G/30S/PKI, Aceng menilai wajar kalau kader-kader PKI marah, karena dari film tersebut memang mendekati fakta sebenarnya yang terjadi.

“Orang-orang PKI maupun simpatisannya tentu tidak senang dengan penayangan film G/30S/PKI karena film tersebut sangat mendekati fakta sebenarnya. Tentu akan membuka borok mereka,” imbuh Aceng.

Ditengah gelombang yang serasa membuka pintu bagi kebangkitan PKI, Aceng mengapresiasi Panglima TNI, PBNU maupun organisasi lainnya yang mendukung penayangan kembali film penghianatan PKI tersebut agar dipahami generasi bangsa tidak buta sejarah, bahwa kekejaman PKI jangan pernah terulang kembali seperti traumanya Jerman terhadap NAZI. *mtq

Ayo Berbagi!