Lieus: Parpol Dukung Ahok Bertindak Seperti Pedagang di Glodok

Ayo Berbagi!
Lieus Sungkharisma
Lieus Sungkharisma

SwaraSEANAYAN.com. Ramainya pemberitaan terkait merebaknya gejala inkonsistensi yang diperlihatkan oleh partai politik jelang Pilkada DKI Jakarta, ternyata tak hanya membuat sejumlah pengurus partai di DKI gerah, tapi juga membuat Lieus Sungkharisma, Koordinator Forum Rakyat, ikut buka suara.

Menurut Tokoh Masyarakat Tionghoa Jakarta ini, inkonsistensi Parpol itu bisa dilihat dari berubah-ubahnya pernyataan mereka terhadap siapa calon gubernur yang akan mereka dukung. “Makanya, jika inkonsistensi Parpol itu dibiarkan, hal itu akan menjadi pendidikan politik yang buruk bagi rakyat, dan akan membuat partai politik semakin kehilangan kepercayaan dari masyarakat,” katanya kepada SwaraSENAYAN.com.

Karena itulah, ujar Lieus, dalam konteks Pilkada Jakarta, parpol-parpol itu harus terus diawasi dan diingatkan. “Jangan mereka dibiarkan terus mempermainkan perasaan rakyat,” katanya.

Lius mengatakan hal itu ketika disinggung munculnya gejala perubahan sikap dari partai-partai politik dalam mendukung calon gubernur Jakarta pada Pilkada 2017. “Gejala itu bisa dilihat di PKB misalnya. Parpol ini semula begitu bersemangat mendukung Ahmad Dani. Tapi belakangan justru berbalik dan siap-siap mendukung Ahok. Ini jelas mempermainkan perasaan para konstituen PKB di Jakarta,” katanya.

Belakangan, kata Lieus, tak hanya PKB yang menunjukkan gejala balik badan itu. Sejumlah partai lain pun mulai bersikap sama. “Padahal Ahok sudah terang-terangan menolak parpol dan menyatakan maju lewat jalur independen. Lalu kenapa parpol malah tetap ingin mendukungnya? Ada apa ini?” tanya Lieus.

Ditambahkannya, kalau alasannya parpol tak memiiki kader yang sebanding untuk bertarung melawan Ahok di Pilkada Jakarta, ‘kan ada banyak kader bangsa di luar parpol yang punya kapasitas dan kapabilitas cukup baik, yang bisa direkrut? “Ada mantan Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki, ada juga pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra dan lain-lain.

Mengapa parpol-parpol itu tak bersatu mendukung mereka, tapi justru mendukung Ahok yang jelas-jelas sudah menolak Parpol?” tanyanya. Dan ingat, kata Lieus, “Ahok itu masih punya sangkutan kasus terkait Sumber Waras lho,” katanya.

Lieus khawatir, ada permainan ekonomi tingkat tinggi dalam Pilkada DKI Jakarta kali ini. “Sekarang rakyat diberi suguhan permainan politik yang membingungkan oleh partai-partai itu. Buktinya, sudah jelas Ahok mau maju dari independen, tapi parpol-parpol itu masih mau mendukungnya. Kesannya parpol jadi gak punya wibawa dan bertindak seperti pedagang di Glodok,” katanya.  ■mtq

Ayo Berbagi!