Ketua Komisi IX Dede Yusuf: Tertangkapnya Pekerja Ilegal Asal Cina, Pemerintah Kecolongan

Ayo Berbagi!
image
Foto: SwaraSENAYAN

SwaraSENAYAN.com. Tertangkapnya pekerja asing ilegal oleh TNI AU di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (27/4/2016) sebagai bukti jika keberadaan mereka di Indonesia sudah lama terjadi. Demikian disampaikan Ketua Komisi IX Dede Yusuf disela-sela rapat Komisi di gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Menurut kang Dede, sapaan akrab Dede Yusuf, hal tersebut dapat berdampak serius terhadap persoalan tenaga kerja di Indonesia, bahkan parahnya lagi, menimbulkan gejolak yang tak diinginkan. Terlebih ditengah buruknya perekonomian rakyat dan tingginya jumlah pengangguran di Indonesia.

Dengan tertangkapnya pekerja asing ilegal ini, Politisi partai Demokrat itu berpendapat, bahwa peryataan pemerintah yang membantah keberadaan pekerja asal negeri tirai bambu secara ilegal di Indonesia tidak lah benar dan mengada-ngada alias kecolongan.

Karena itu, bekas Wakil Gubernur Jawa Barat itu meminta transparansi dari pemerintah dan kesungguhannya dalam menangani masalah masuknya tenaga kerjaan asing secara ilegal ke Indonesia.

“Karena masalah ini menyangkut kepentingan ketenagakerjaan secara keseluruhan,” pintanya.

Seperti diketahui, lima orang warga Cina yang merupakan pekerja proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Jakarta-Bandung tertangkap tangan oleh TNI AU lantaran menerobos masuk dan melakukan pengeboran dikawasan Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.

Berdasarkan informasi yang beredar, lima WNA Cina tersebut terdaftar sebagai karyawan PT. Geo Central Mining (PT. GCM) beralamatkan Pantai Indah Kapuk, Bukit Golf Jakarta Utara, counterpart dari PT. Wika (Wijaya Karya) selaku pelaksana proyek KCIC, sementara dua WNI tersebut merupakan karyawan lepas PT. GCM.■mrf

Ayo Berbagi!