dr. Ali Makhsun Siap Pimpin Revolusi kaki Lima
dr. Ali Makhsun Siap Pimpin Revolusi kaki Lima
dr. Ali Makhsun Siap Pimpin Revolusi kaki Lima

SwaraSENAYAN.com. Adalah Kubilai Khan, penguasa Kekaisaran Mongol dan kaisar Dinasti Yuan, mengirim utusan ke banyak negara untuk meminta mereka tunduk di bawah kekuasaannya dan membayar upeti. Men Shi atau Meng-qi, salah satu utusannya yang dikirim ke Jawadwipa, tidak diterima dengan baik di sana. Penguasa Kerajaan Singosari Kertanegara tidak bersedia tunduk kepada Mongol. Kertanegara lalu mengecap wajah sang utusan dengan besi panas seperti yang biasa dilakukan terhadap pencuri, memotong telinganya, dan mengusirnya secara kasar.

Kubilai Khan sangat terkejut dengan kejadian tersebut. Pada tahun 1292, dia pun memerintahkan dikirimkannya ekspedisi untuk menghukum Kertanegara, yang dia sebut orang barbar. Berdasarkan naskah Yuan shi, yang berisi sejarah Dinasti Yuan, 20.000-30.000 prajurit dikumpulkan.

Sikap tegas Kertanegara yang tak tunduk kepada Mongol nampaknya telah menginspirasi Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) untuk menolak dan melawan segala bentuk kezdaliman penguasa yang gemar melakukan teror, mengintimidasi, menggusur, mengusir, menindas semena-mena bahkan menganiaya secara fisik PKL.

“Tak ada yang bisa ditolerir perlakuan Ahok terhadap PKL di seluruh DKI Jakarta. Ahok juga kerapkali memanfaatkan TNI / POLRI untuk menghadapi PKL. Ahok tak berperikemanusiaan dan tak beradab. Abai dan langgar Pancasila, UUD 1945, UU HAM dan Perpres RI 125/2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL,” tegas Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, M. Biomed kepada SwaraSENAYAN di Jakarta Minggu (6/3/2016).

Bagi APKLI, tak ada jalan lain kecuali menghadapi dan melawan Ahok, yang telah menjajah dan menindas PKL, ekonomi rakyat, serta merobek kedaulatan ekonomi bangsa dan mengancam eksistensi keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Lebih dari itu, PKL itu warisan ekonomi dan budaya nenek moyang leluhur bangsa Indonesia, bukan warisan leluhur bangsa asing.

Sebagaimana sikap Kertanegara tidak hanya tegas menolak memberi upeti kepada Mongol tapi juga menghitung segala resiko nya, bahkan sampai menantu nya yang menanggung kemarahan Kubilai Khan dengan menginvasi Jawadwipa. Begitu juga dengan APKLI, apapun resikonya, APKLI konsisten takkan bergeser sejengkalpun berada di garda depan melawan penjajahan Ahok saat ini, ke depan dan kapanpun.

“Rawe-rawe rantas, malang-malang tuntas, darah kami makin memerah, tulang kami makin memutih, tekad kami makin berkobar melawan segala bentuk penjajahan di bumi nusantara, tak terkecuali melawan Ahok antek asing penjajah dan penindas PKL,” ujar Ali lelaki sahaja eksentrik asli Mojokerto Jawa Timur.

Selaku Ketua Umum DPP APKLI, Ali Makhsun telah bulat tekadnya untuk memimpin percepatan perang gerilya PKL, memimpin revolusi kaki lima, memimpin “Raden Wijaya Vs Kubilai Khan Jilid II”. Ali mengaku kesiapannya untuk memimpin Revolusi Kaki Lima demi untuk melindungi dan selamatkan PKL, ekonomi rakyat, kedaulatan ekonomi bangsa, kedaulatan bangsa dan negara RI, serta eksistensi dan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Tak ada solusi lain untuk selamatkan Jakarta dan Indonesia kecuali Ahok segera lengser, PKL haram pilih Ahok Pilkada Februari 2017, pungkas Ali Dokter Ahli Kekebalan Tubuh Jebolan FKUB dan FKUI. ■mtq

[meteor_slideshow]