Eki Pitung bersama Romo Edy
Eki Pitung bersama Romo Edy

SwaraSENAYAN.com. Jelang Pilkada gubernur DKI Jakarta 2017, persaingan memperebutkan kursi DKI satu kian tajam, bahkan sudah mengarah kepada sentimen etnis dan agama. Persoalan ini sangat serius bagi keharmonisan dan kerukunan ummat beragama, jika tidak diantisipasi maka akan memicu sebagai pemantik konflik horizontal.

Menyadari hal tersebut, calon independen gubernur DKI Jakarta Muhammad Rifky yang sering akrab disapa “Eki Pitung” melakukan silaturahmi dengan pemuka-pemuka agama. Dalam kesempatan ini, dia menyambangi  Romo Edy Purwanto Sekretaris Eksekutif Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI).

“Silaturahmi ini kami lakukan sebagai ihtiar menciptakan suasana kondusif demi menjaga keharmonisan dan menjaga kerukunan ummat beragama di Jakarta,” papar Eki Pitung kepada SwaraSENAYAN (18/3).

Menjaga keharmonisasi agama di Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia harus mendapat perhatian serius, menurut Eki, jangan sampai gara-gara persaingan pilkada malah menghancurkan sendi-sendi kerukunan warga masyarakat yang sudah lama terbina dengan baik.

Dijelaskan Eki, dalam pertemuannya dengan Romo Edy, keduanya bersepakat untuk mencari figur pemimpin yang mengayomi dan bisa dijadikan teladan bagi ummat kehidupan beragama.

“Saya dan Romo Edy siap menjaga keharmonisan, kerukunan dan keutuhan ummat beragama. Kami juga sepakat mencari figur pemimpin yang berkomitmen untuk menjaga keutuhan dan kerukunan serta saling menghormati sesama pemeluk Agama di Jakarta,” tutur Eki.

Dalam pernyataannya, Romo Edy menjelaskan bahwa jika  kita sebagai warga masyarakat di daerah tertentu  maka kita sepatutnya menjaga kesantunan dan etika sebagai warga di daerah tersebut, bukan malah menunjukkan sikap yang sebaliknya. Apalagi kita dipercaya masyarakat sebagai pemimpin di daerah itu, harus mampu melindungi dan memberi kenyamanan masyarakat. Bukan mempertajam perbedaan apalagi membuat keruh hubungan antar ummat beragama di Jakarta. ■mtq