APKLI Nitip Nasib PKL dan Kedaulatan Ekonomi Bangsa Kepada Tito

Ayo Berbagi!
IMG-20160615-WA0625
Ketum DPP APKLI saat Menyerahkan Piagam Pusi PKL kepada Jenderal Tito

SwaraSenayan.com. Jenderal Polisi Tito Karnavian bagi APKLI dan PKL merupakan sosok yang sangat familiar. Karena ada hal dan pengalaman khusus tatkala Jenderal Tito sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru dalam menangani Tragedi Miniatur Revolusi PKL Monas Jakarta tanggal 20 Juni 2015 satu tahun yang lalu.

“Tangan dingin Tito mampu selesaikan kasus tersebut dengan arif dan bijaksana, mengedepankan pendekatan persuasif dan kemanusiaan sebelum mengambil tindakan tegas,” demikian menurut dr. Ali Mahsun, M. Biomed Ketua Umum DPP APKLI kepada SWARA SENAYAN (15/6/2016).

Menurut Ali, Jenderal Tito pada suatu kesempatan pernah menyampaikan bahwa soal PKL adalah soal perut rakyat, harus gunakan pendekan persuasif dan kemanusiaan. Walau berdasarkan rekaman video kasus PKL Monas seharusnya lebih dari 40 PKL yang jadi tersangka, namun hanya 3 PKL yang jadi tersangka, dan yang satu tidak ditahan karena sedang hamil, yaitu PKL Edy Mendra, PKL Armonta Surbakti, dan PKL Sri wahyuningsih.

Oleh karena itu, tak ada kata lain kecuali APKLI dan PKL mengucapkan Puji Syukur kehadirat Allah SWT, serta mendoakan dan mendukung sepenuhnya Jenderal Tito mendapatkan amanah menjadi Kapolri, taburkan kemanfaatan yang jauh lebih luas untuk nusa, bangsa, dan negara tercinta Indonesia.

APKLI meyakini ditangan Jenderal Tito, Polisi benar-benar jadi sahabat PKL, kedepankan pendekatan persuasif dan kemanusiaan dalam menangani persoalan PKL. Bahkan ada harapan baru dipundak Jenderal Tito untuk melindungi dan membina PKL diseluruh Indonesia.

“Kepada Jenderal Tito, yang insyaAllah segera dilantik sebagai Kapolri, APKLI menitipkan nasib dan masa depan PKL, serta kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Selamat dan sukses Jenderal Tito, Ibu Pertiwi Merindukan Dharma Bhaktimu,” pungkas Ali, yang juga sebagai dokter ahli kekebalan tubuh. ■mtq

Ayo Berbagi!