40 Tahun Lebih Tak Berjumpa, Sudiro Gelar Silaturahim Dengan Gurunya Bersama Komunitas Dermayu

Ayo Berbagi!

SwaraSenayan.com. Bulan Syawal sebagai bulan silaturahim dalam budaya masyarakat Indonesia ditandai dengan halal bi halal, dari segi kultural yaitu budaya saling memaafkan atau dengan saling berkunjung ke rumah saudara (silaturrahim) guna memohon dan memberi maaf yang diteruskan dengan saling berjabat tangan.

“Budaya silaturahim dengan saling berkunjung ke rumah sanak saudara dan bertemu sudah menjadi tradisi di masyarakat kita. Budaya baik ini harus dipertahankan ditengah ancaman negatif globalisasi yang individualistis,” ujar Drs. Sudiro Asno, Ak dalam Temu Kangen dan Silaturahim Grup Tiang Dermayu di Hotel Trisula Indramayu (20/6/2018).

Silaturahim itu tidak sekedar menjadi tradisi dan budaya bangsa Indonesia, menurut Sudiro merupakan perintah Allah SWT sebagaimana firmanNya dalam QS. Ar Ra’du: 21 yaitu “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah SWT perintahkan supaya dihubungkan (Yaitu mengadakan hubungan silaturahim dan tali persaudaraan).”

“Jelas, bahwa budaya bangsa Indonesia juga digali dari perintah-perintah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu Pancasila selain bersumber dari khazanah kehidupan bangsa juga dari nilai-nilai ketuhanan sebagai spirit dalam berbangsa dan bernegara,” ujar anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Hanura.

Tentang keutamaan silaturrahim Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa ingin dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menghubungkan tali persaudaraan (silaturrahim).” (HR. Bukhori).

Sebagai rasa bersyukur atas nikmat Allah, Sudiro yang terpilih dari dapil Jabar VIII ini menjelaskan bahwa keinginannya untuk menggelar acara silaturahim tersebut sebagai bentuk mengamalkan anjuran agama tentang pentingnya menjaga hubungan kekerabatan dan persaudaraan.

“Ya, saya yang menyelenggarakan dan mengundang beberapa paguyuban orang Indramayu,” ujarnya.

Sejak dilantik bulan Maret 2018 lalu, Sudiro yang berasal dari desa Bodas Tukdana Indramayu ini memang dikenal rajin mengunjungi konstituen yang memilihnya.

“Saya juga mengundang guru-guru SMP dan SMA. Beliau-beliau lah yang telah mengajarkan ilmu pengetahuan dan menanamkan akhlakul karimah,” terang Sudiro.

Bekal akhlakul karimah inilah yang dirasa penting sekali dalam memagarinya sebagai politisi yang bermoral. Sudiro di depan guru-gurunya menghaturkan rasa terimakasih dan memohon dipanjatkan doa agar tetap istiqomah sebagai politisi yang mengedepankan hati nurani rakyat.

“Melalui ajang temu kangen ini bisa menyambung kembali tali silaturahim setelah lebih dari 40 tahun,” ujarnya.

Menurut Sudiro, setelah lama tidak berjumpa, melalui ajang silaturahim bisa berkomunikasi kembali. Berkah silaturahim ini bagi Sudiro dijadikan spirit dalam pengabdiannya di dunia politik untuk memperjuangkan aspirasi daerah pemilihannya lebih khusus bagi orang Indramayu

“Selama ini kami berjumpa lewat Grup WA saja. Alhamdulillah, hari ini bisa bertemu langsung dengan beberapa Grup WA yang berbasis teman-teman dan orang Indramayu,” kata Sudiro.

Dari beberapa paguyuban yang hadir dalam silaturahim tersebut adalah Grup Tiang Dermayu (GTD), Temu Kangen Silaturahim (TKS), Boder, dan lain-lainnya. Mereka adalah teman-teman Sudiro dari Indramayu yang berdomisili tidak hanya di Indramayu saja tapi ada yang tinggal di Cirebon, Kuningan, Subang, Bekasi, Jakarta, Bogor dan lain-lain.

“Acara hari ini yang hadir sebagian besar dari grup Temu Kangen Silaturahmi (TKS) karena mayoritas anggotanya tinggal di Indramayu dan Cirebon,” jelas Sudiro.

Melalui ajang silaturahim ini, Sudiro berharap tetap didukung pada pileg 2019 mendatang dan siap mengemban amanah dari orang Indramayu untuk bersama-sama membangun daerah tumpah darahnya.*mtq

ADVERTISEMENT
Ayo Berbagi!