Tips MKJ Kalahkan Petahana, Hindari Perang Kata-kata di Medsos dengan “Cebongers” dan “Taikers”

Ayo Berbagi!

img-20160924-wa0017

SwaraSenayan.com. Setelah resmi 3 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada DKI, Majelis Kajian Jakarta (MKJ) mengadakaan kajian rumahan untuk menghadapi paslon petahana yang kontroversial dalam akhlak kepemimpinannya yang membuat kegaduhan politik ibukota menjadi kegaduhan nasional, pilkada rasa pilpres.

Kepada SWARA SENAYAN (24/9/2016), Erwin H. Al Jakartaty Koordinator MKJ menyampaikan tips nya agar masyarakat pemilih Jakarta yang tidak menghendaki gubernur petahana memimpin kembali, berikut tipsnya:

  1. Jangan pernah lagi sebut namanya dengan sebutan nama asli.
  2. Lupakan model/type wajahnya duet petahana.
  3. Meskipun mereka terkenal, anggap saja sudah tiada, dan sugesti diri anda dengan mengucapkan kata perpisahan, “wassalam”.
  4. Jangan terlalu sering atau banyak bicarakan atau menulis tentang mereka, supaya tidak terjebak Isu SARA, karena itu senjata mereka.
  5. Selalu bicarakan positif tentang cagub/cawagub diluar petahana, sesuai dengan arah dukungan masing-masing (jangan mendeskriditkannya).
  6. Hindari perdebatan dan jangan saling menghujat para cagub/cawagub diluar Petanana agar tidak terjebak pola adu domba yang tengah dimainkan para cebongers.
  7. Hindari perang kata-kata di medsos dengan para cebongers dan taikers, jangan sampai anda berpola pikir irrasional hingga mengganggu konsentrasi memenangkan calon dukungan anda diluar petahana.
  8. Buat survey kecil-kecilan di lingkungan anda terhadap calon cagub/cawagub dukungan anda. Ini bisa mempengaruhi opini dan obyektifitas terhadap paslon diluar petahana.
  9. Jangan percaya begitu saja terhadap pemberitaan televisi yang penuh rekayasa pencitraan sudah bisa ditebak kepentingan dukungan politik pemberitaannya. Kalau perlu, pindah channel televisi anda ke program-program hiburan saja.
Ayo Berbagi!